Penari Seudati - Isyarat Padi | Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara: Puisi, Cerber, Cerpen Koran Minggu
Penari Seudati - Isyarat Padi Reviewed by Kliping Sastra Nusantara on 01:28 Rating: 4,5

Penari Seudati - Isyarat Padi

Penari Seudati

kaukah yang mengulum rima pada setiap bait
hanya karena sunyi yang terkulum dalam rongga dada
sehingga malam hanya mendenyarkan kelam
dan kau hanya silapkan setiap bayangan

kaukah yang hanya merimakan igauan
ketika hembusan malam hanya melulurkan 
setiap desahan asap kerinduan yang mengepul
dari halusinasi sebulan pelaminan

kaukah yang telah mendengar suaramu sendiri
yang melayap dari tepi hatimu seperti musang bulan
tak ubahnya lolongan yang mengalun panjang
ketika kepedihan tak lagi tersampaikan

kaukah yang bercermin di balik bayang-bayang
dan meliukkan setiap lekukan
menjadi patahan-patahan tarian purba setelah terjaga
jika tak ada lagi yang terucap dari bibir terkatup rapat

Kaukah penari saudati yang menepuk-nepuk
dada sendiri di penghujung hari
tak dapat emelpaskan diri dari ikatan tradisi
menjadi cambuk dan cemeti tak terperi

Isyarat Padi

dari sudut mana kau menatap 
di anatar bahasa isyarat dan tersurat
jika kau pahami setiap aksaraku
tak perlu kau menghujat
hanya sekedar menarik jerat

tapi ucapkan salam bukan menyulam
dalam sekam jika tak diundang
apalagi jika ingin sekadar menggumam
ada ruang di mana kau menata
ucapan yang terbilang dan tak terbilang

jika kau tak mencerna lingkar bibir
mengapa kau memoles kata tanpa makna
bahasa tandaku dan tandamu tak sama
kau masih terbata di antara titik
dan koma tanpa spasi juga jeda

tersenyumlah untuk dirimu sendiri
agar kau tahu isyarat padi
semakin merunduk semakin berisi!


Nunung Noor El Niel, kumpulan puisinya bisa dibaca di Solitude (2012), Perempuan Gerhana (2013), dan KISAS (2014).


Rujukan:
[1] Disalin dari karya Nunung Noor El Niel
[2] Pernah tersiar di surat kabar "Pikiran Rakyat" Minggu 7 Agustus 2016




0 Response to "Penari Seudati - Isyarat Padi "