Perempuan Limited Edition (28) | Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara: Puisi, Cerber, Cerpen Koran Minggu
Perempuan Limited Edition (28) Reviewed by Kliping Sastra Nusantara on 06:30 Rating: 4,5

Perempuan Limited Edition (28)

NADIA kadang lupa bahwa sebentar lagi putranya hampir menjadi sarjana.

"Kok bisa bareng Mama, Di?" Adrian heran. 

"Tar saja ceritanya Mas," jawb Adi tersenyum.

"Oke deh... tolong antar Mama pulang dulu aja ya," kata Adrian.

"Siap Mas," kata Adi sambil toas dengan Adrian dan meninggalkan Adrian yang masih berurusan dengan polisi dan rumah sakit.

"Bagaimana Bu?" tanya Adi.

"Aku malu, Di. Malu karena telah meragukan-Nya," ucap Nadia sambil meneteskan airmata. Kali ini airmatanya menetes karena rasa penyesalan yang amat dalam. Bukan airmata pemberontakan seperti saat ia kehilangan adiknya.

"Ibu... tidak ada yang mesti malu Bu, sehebat apa Ibu, Ibu tetap manusia yang punya keterbatasan dan Tuhan sudah menunjukkan kemukjizatan-Nya lewat Mas Adrian. Karena Ibu memintanya demikian."

"Mengapa imanku hanya secuil dan mengapa aku seperti Thomas?" ungkap Nadia tidak ditujukan pada Adi namun lebih ditujukan pada dirinya sendiri.

"Dulu saya sering mendengar Ibu bicara 'segala sesuatu akan indah pada waktunya', mungkin ini yang dimaksud."

Adi berusaha mengingatkan kata-kata Nadia sendiri. Nadia tak berkomentar, hanya salah satu tangannya menutup mulutnya. Perasaannya benar-benar campur aduk saat ini.

"Ibu darimana saja?" tanya Radmi sesampainya di rumah dan terkejut melihat Adi bersama Nadia. 

"Lho kok kamu bisa sama Ibu, Di?"

"Biar Adi yang ceirta dan kamu bantuin Adi nurunkan oleh-oleh dari Ibunya Adi. Aku mau mandi dulu," Jawab Nadia.

Nadia segera membersihkan dirinya dengan mandi berulang-ulang. Entah apa yang ada dalam hatinya, tapi Nadia terus mengguyur dan menguyuri tubuhnya hingga tangannya merasa pegal.

Setelah dirasa cukup, Nadia segera mengeringkan badannya dengan handuk, kemudian bersimpuh di ranjang dengan memanjatkan doa, memohon ampun atas kedegilan hatinya selama ini.

Tuhanku Yang Maha Pengasih
ampunilah hamba-Mu yang tak tahu diri ini
yang meragukan keberadaan-Mu.
yang mengoyak iman sendiri karena rancangan-Mu
tak sesuai dengan rancanganku.
menuduh tak adil atas kepergian adikku,
menutup mata akan hikmah yang Engkau berikan.
menutup telinga untuk pewartaan-Mu.
Menghujat-Mu karena ketidakpekaanku,
terhadap skenario yang telah Kau tentukan untukku.
Tuhanku Yang Maha Pengasih.
adakah tempat bagi orang sepertiku
untuk masuk ke kerajaan-Mu?
aku sungguh menyesal dengan segala perkataanku.
ya Tuhan janganlah menghukum aku dalam murka-Mu
selamatkanlah aku oleh karena kasih setia-Mu.
lesu aku karena selalu mengeluh,
membanjiri ranjangku dengan airmata
mataku menjadi rabun karena sakit hati,
menuduh-Mu memalingkan muka terhadapku
aku selalu menaruh kekhawatiran dalam diriku,
Namun saat ini, aku mau menyanyi untuk-Mu
karena Engkau telah membukakan mataku kembali
dari kebutaan selama ini.
saat ini aku percaya tanpa keraguan,
apapun ujian-Mu, mataku hanya tertuju pada kasih setia-Mu
dan aku akan hidup dalam kebenaran-Mu.
bimbinglah aku ya Tuhan untuk hidup dalam ketulusan.
jauhkanlah aku dari orang-orang yang...
dari tangannya melekat perbuatan mesum
satu hal yang kuminta pada-Mu kembali
biarlah aku hidup di rumah-Mu seumur hidupku.
terimakasih ya Tuhanku... telah memberikan hidup baru bagiku....

Nadia menarik napas dalam-dalam mengeluarkannya secara perlahan. Tangannya membersihkan airmata kebahagiaan yang tak ternilai. Bersamaan itu pula suara Adrian memanggil.

"Mamaaa!"

Lengkaplah kebahagiaan ini. Mukjizat nyata telah diperoleh!

"Selamat datang kembali perempuan limited edition.❑  (tamat)-c


Wiwik Karyono. Cerpenis/novelis kelahiran Banyuwangi, 30 Desember 1961. Tinggal di Jalan Candi Indah Wedomartani Ngemplak Kalasan Sleman Yogyakarta. Karya novelnya "Galau" (1999), "Pacarku Ibu Kosku" (2005), dan "Terjebak Sebuah Janji."

Rujukan:
[1] Disalin dari karya Wiwik Karyono
[2] Pernah tersiar di surat kabar "Minggu Pagi" 7 Agustus 2016

0 Response to "Perempuan Limited Edition (28)"