Mengenang Sri Wulan - Sembilan Ploso di Sudut Soko - Sut Dinjeng - Aku Bakal Jadi Ular - Tembang Alang-Alang | Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara: Puisi, Cerber, Cerpen Koran Minggu
Mengenang Sri Wulan - Sembilan Ploso di Sudut Soko - Sut Dinjeng - Aku Bakal Jadi Ular - Tembang Alang-Alang Reviewed by Kliping Sastra Nusantara on 03:27 Rating: 4,5

Mengenang Sri Wulan - Sembilan Ploso di Sudut Soko - Sut Dinjeng - Aku Bakal Jadi Ular - Tembang Alang-Alang

Mengenang Sri Wulan

                                —adik sunan kalijaga

padahal, Sri, di makammu nihil cungkup
cukup tanah di tubuh melingkup
tapi entah pada ziarah begini, mata tak kukatup
seperti enggan menutup
seperti sebuah upacara mengenang
seperti mengecupmu pada nisan

sebatang pohon dari rerimbun hutan
kutatah dan kutitahkan sebagai kenang-kenangan
akulah brandal bengal itu, dan telah berhenti
jadi duri
pada setiap kaki
aku kini menyimpan Tuhan dalam diri

Bantul, 2016

Sembilan Ploso di Sudut Soko

kamilah pohonan, lahir dari tangan suci sunan,
dan tumbuh ditakdir menjadi Tuhan-Tuhan
Tuhan kecil yang merindukan anak-anak kecil
anak kecil yang tak paham cara memper-
lakukan pohonan sebagai sesembahan.

kami cuma pohonan
mahir merayu angin dan ingin mencengkeram
tanah basah sebagai kekasih dalam desah
asap dupa dan berkuntum-kuntum puja yang
jatuh
dari orang-orang bersimpuh
memberiku sebuah gigil
sebuah hujan pesakitan yang menolak tak
memanggil

di manakah sunan itu?
adakah waktu menyembunyikannya dariku, atau
sungai
yang pernah ia jaga lebih merindukannya?

Bantul, 2016

Sut Dinjeng

dengan kerling kuadu kelingking
sebagai semut penantang maut
puji Tuhan, jika jempol kau tegakkan
jadi gajah rapuh terpiuh angin tanpa angan
tak lain, kamulah yang kalah
mungkin entah, kalau telunjuk kau tunjuk seba-
gai manusia
sebagai makhluk digdaya
semut penantang maut dari kelingkingku
hanya rambut yang tercerabut

Bantul, 2016

Aku Bakal Jadi Ular

aku bakal jadi ular
tak hanya melingkar tembikar
diami semak belukar
ladangku kini berubi jalar
jagung dan rimbun kacang panjang melingkar
taring runcing tikus-tikus dan kukunya rajin
mencakar-cakar
aku bakal jadi ular
jaga tanaman sampai kelak bermukim di pasar-
pasar

senori, 2015

Tembang Alang-Alang

dari timur anginmu menjulur
kemari datang menyusur pematang
dan kerling mata bocah menatap layang-layang
dan kering tanah-tanah meratap bayang-bayang

ke barat anginmu merambat
di tubuh kami yang dibakar matahari
tapi pucuk-pucuk akan senantiasa menunjuk
kami rindu hujan datang, dibawanya bibit-bibit
padi

meski di air menggenang, kami bakal mati

tuban selatan, 2015


Daruz Armedian, lahir di Tuban dan kuliah di jurusan Filsafat UIN Sunan Kalijaga. Bergiat di Lesehan Sastra Kutub Yogyakarta (LSKY). Tulisannya pernah di berbagai media nasional. (92)

Rujukan:
[1] Disalin dari karya Daruz Armedian
[2] Pernah tersiar di surat kabar "Suara Merdeka" edisi Minggu 18 September 2016

0 Response to "Mengenang Sri Wulan - Sembilan Ploso di Sudut Soko - Sut Dinjeng - Aku Bakal Jadi Ular - Tembang Alang-Alang"