Sajak Iseng Menembakmu - Olih-olih untuk Serdadu - Sakura Manize - Kimono Manize | Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara: Puisi, Cerber, Cerpen Koran Minggu
Sajak Iseng Menembakmu - Olih-olih untuk Serdadu - Sakura Manize - Kimono Manize Reviewed by Kliping Sastra Nusantara on 03:40 Rating: 4,5

Sajak Iseng Menembakmu - Olih-olih untuk Serdadu - Sakura Manize - Kimono Manize

Sajak Iseng Menembakmu

:A-L-C

Begini, kita duduk berdua terserah maumu
Bolehlah smabil melukis pakai asap rokok
Tentang politik yang menciptakan perang
Ah, kamu sih nggak peduli lenyap minimu
Tank baja di layar monitor menantang kita

+ Karaoke karaoke
~ Aku maunta karoeko

Jangan terburu ambil mike, nanti keliru pegang
Tenang saja akui kamu komoditi parfum
Toh yang aku cium bau mesiu di ketekmu
Dan seribu nyawa di medan pembantaian
Mungkin terkenang rebondingmu sebelum ajal

~ Sudah dua jam
+ rasanya baru lima menit

Sekarang silakan bernyanyi tentang peluru
Atau berjoged di antara desingan mitraliur
Aku hanya mau membisikkan satu kata
Bahwa dalam hidup kita bertaruh nyawa
Tapi semua bisa kita hadapi secara: iseng!

+ Berapa lagu lagi
~ Terserah, yang penting hanya ada kita
+ Hanya kita berdua?
~ Bukankah peperangan dimulai di antara kita...?
Tegal, 29 Maret 2013

Olih-olih untuk Serdadu

:NAL

Anak ini selalu kelihatan cantik dan segar
Di kebun strawberry saat panen senyuman
Atau di hamparan mata hijau teh binaran
Mungkinkah kau bertanya kepada kamera
Apakah dengan demikian hatiku memekar

Ia bayangkan diri Lady Gaga
Rambut rebonding ekor kuda
Segerompol buah merah untuk olih-olih
Para serdadu kalah perang sebab tak terlatih
Atau sepoci teh buat para laskar mandiri
Kamu ingat saat bocah membawa boneka
Menggigit jari, "apa mereka bisa bersuka?"
Ia ambil satu buah matang lalu ia remas
Bahagia cukup pakai celana gemas

Sekarang kamu sudah remaja dan jelita
Sangsi pada kata bahagia di novel pop
Ataukah diri ini sedikit suka atau senang
Setelah itu yang ada sepi mengiap lolypop
Tapi ia tetap membawa olih-olih untuk kita

Barangkali yang terbayang pejuang
Padahal kita sekumpulan beruang...
Cendrawasih, 1 April 2013

Sakura Manise

: MR

Terima kasih manisku jauh ditatap kecup
Serasa kau bawakan seikat Negeri Sakura
Dan matahari mencerah di segar wajahmu
Aku simpan saja berita tentang negeri ini
Biar tuntas rindumu berpaut kekasih Siti

Dari negeri jauh kau terbang 
Betina kuda liar rindu Abang

Semoga saat kau tiba tanah air menyambut
Bersama senyuman kanak-kanak jalanan
Setelah gaduh dan larat jiwa di tiap sudut
Runcing itu telah membulat dalm suka
Seperti aroma di terbit kota setelah salju

Tak peduli rumah Abang dalam instagram
Rumah bantar nyaris gusur tanpa diagram

Tidak juga akan aku ceritakan derita itu
Setelah reformasi ala Hitler tak terjelaskan
Kami tanggung segala sakit dan aib teraju
Akan kami nyanyikan lagu airmata rindu itu
Sebab kau pun pejuang sejati di negeri jauh

"Abang sayang, cintaku semurni susu..."
Tak sadar cinta hanya penghalus nafsu.
Semarang, 27 Mei 2013

Kimono Manize

: Yasunari Kawabata

Berklompen dan kimono hitam
Seperti tiupan angin musim gugur
Lalu daun-daun sakura yang jatuh
Juga dalam setiap cerita keseharian
Tentang tukang cukur atau penari izu

Sebagaimana jalanmu, langkah perempuan di lazim
kampung halaman, sudah melenggok di tiap musim

Aku ingin menggelung rambutnya
Duduk ditataminya minum teh
Berkisah tentang pikiran sederhana
Perasaan dan ekinginan kecil
Aku bayangkan kau anak gadisnya

Bukankah di sepanjang zaman, di pantai, di sawah,
atau
di pegunungan, lenggangmu melambai seirama desau.

Berkimono merah putih sakura
Dalam tarian walsa tentang ayam
Bagai melukis pelangi matahari
Sampai larut malam bermain dadu
Dan hati sebelum Hiroshima-Nagasaki

Tetap lenggak-lenggok itu, dalam busana pop,
bergaya
nelayan, petani, atau blandong, walau di mal-mal raya.
Indonesia, 3 April 2013




Rujukan:
[1] Disalin dari karya Eko Tunas
[2] Pernah tersiar di surat kabar "Kompas" edisi Sabtu 8 Oktober 2016

0 Response to "Sajak Iseng Menembakmu - Olih-olih untuk Serdadu - Sakura Manize - Kimono Manize"