Batu - Milestone of Adore - AnakJiwa | Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara: Puisi, Cerber, Cerpen Koran Minggu
Batu - Milestone of Adore - AnakJiwa Reviewed by Kliping Sastra Nusantara on 04:30 Rating: 4,5

Batu - Milestone of Adore - AnakJiwa

Batu

Sebagai batu,
aku termangu memandang parasmu
mendamba sentuhan kalem ujung jemarimu
dimana aku akan senantiasa diam,
menunggu kau menjumpaiku

Aku tak bersuara bukan karena bisu
tapi saban kau pandang aku,
semua katakataku beku
: Aku hidup di luar bunyi
Kekal mengumandangkan sunyi

Aku tak bergerak bukan karena lumpuh
Tapi setiap ruhku kau sentuh
seluruh tubuh terasa rapuh
: Aku tungku, nganga dalam waktu
mengharap kau sebagai nyala rindu

Aku sabar memendam jerit sakit
baku-gamit membuncit jadi bukit
maafkan bila tak sanggup menjemput
kau tahu, aku musti mengasuh lelumut

Aku tak perlu memburu untuk merengkuhmu
tak butuh berkata demi membuktikan cintaku
sebab tahu bahwa gerakku lantaran sentuhanmu
dan diamku cuma untuk merindukanmu


Milestone of Adore

/i/
Bongkah batu seperti Ibu; begitu tabah menunggu
Seperti rindu; betapa hening mencapaimu
Kudengar batu sebagai sedia kala,
tak letih-letihnya mengabaikan kata
tak habis-habisnya mengacuhkan suara
: Batu sibuk menegakkan jati dirinya.

Dikekalkan hakekat rindu atas diamnya
Bagi yang masih percaya pada cinta
mengajilah kepada kesunyiannya
Ia baktikan seluruh waktu untuk menghayati
betapa murni dan suci bumi yang ia tempati
: Batu sibuk merasai kehampaannya sendiri

Mungkin batu mendapat mandat dari Ibu
Agar mengajariku khusyuk merenda rindu
: ia tak beringsut diserampang angin ribut
tak takut manakala badai hendak memagut
tak bergeming setiap taufan mendesing
tapi hanyut jika sukmanya disentuh hening

Lihat, batu menerima satu-satunya duka abadi
Yang ia tanggung lebih dari seorang diri
: Batu sibuk mengabdi terhadap sepi

/ii/
Rinduku padamu, kekasihku
Hanya bisa dijelaskan oleh batu
yang selalu mengasingkan dari keriuhan waktu
Kesunyiannya bersikeras mewakili kesendirianku

Seperti batu,
kusembunyikan ricau rindu
dari masa lalu yang kelabu
Biarkan aku diam agar mampu
memahami sorot matamu

Kelak, di atasnya akan tertatah namaku
Agar kau percaya bahwa yang semayam di situ
Sesungguhnya adalah cintamu sendiri
Yang sudah menghadap ke haribaan Sepi


AnakJiwa

Akubunyi dan kausuara
Dari nada yang sama
Gema adalah anak jiwa
dari perkawinan kita

Akukilau dan kaucahaya
Dari lampu yang sama
Terang adalah anak jiwa
dari persetubuhan kita

Akunyala dan kaubara
Dari api yang sama
Panas adalah anak jiwa
Dari pernikahan kita

Usman Arrumy adalah penyair kelahiran Demak. Saat ini ia studi di Fakultas Bahasa dan Sastra Arab Universitas Al-Azhar, Kairo. Buku puisi termutakhirnya Jadzab (2012), Mantra Asmara (2014), Surat Dari Bawah Air (2016), Hammuka Daimun (2016. Juga sedang mempersiapkan buku puisi+CD musikalisasi bertajuk Asmaraloka. Ia mengelola website www.usmanarrumy.com. (92)



Rujukan:
[1] Dislain dari karya Suman Arrumy
[2] Pernah tersiar di surat kabar "Suara Merdeka" edisi Minggu 9 Oktober 2016

0 Response to "Batu - Milestone of Adore - AnakJiwa "