(Bukan) Mantan Aktivias - Sebagian yang Luput | Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara: Puisi, Cerber, Cerpen Koran Minggu
(Bukan) Mantan Aktivias - Sebagian yang Luput Reviewed by Kliping Sastra Nusantara on 03:18 Rating: 4,5

(Bukan) Mantan Aktivias - Sebagian yang Luput

(Bukan) Mantan Aktivias

aku bukan aktivis itu
yang mondar-mandir
mentereng dengan jas pekat
berisi logo-logo masa depan
bertaring dengan kancing emas
bergelantungan kenangan
dan doa-doa ayah ibu

sebagai mahasiswa
yang sering lupa jadwal pulang
mengakrabi kampung halaman

aku bukan aktivis itu
yang kerap mendengkur
di gedung-gedung megah
yang katanya diciptakan
dari keringat degub jantung
dan kepalan tangan kirimu

aku bukan aktivis itu
arjuna yang selalu sigap
menggemborkan luapan visioner
tentang masa depan pondasi sarjana
dan segala hal tentang iman
kepada roda ekonomi tetangga

sudahlah, aku bukan aktivis itu
hari-hariku hanya kemalasan, katamu
aku hanya deretan huruf
yang sering lepas
dari tombol-tombol ponselmu
setiap hari
hanya memimpikan daun-daun hijau
bermekaran di atas batu
dan sisa reruntuhan bangunan
tubuhku sendiri

lalu sekarang apa maumu
aku masih sama seperti dulu
setiap pagi hanya menjadi puisi
menjadi koran
yang kerap ditumbuhi berita mati
siang hari,
berkutat bayang-bayang kamar mandi
sore hari menakar hidup
dengan segelas kopi

lalu malamnya lagi,
aku lari darimu
yang sedang memikirkan
banyak perkara
perihal rindu dan benci
yang tumbuh
di belahan dada paling kiri

ah, itu-itu lagi,
katamu,

semua seakan berjarak
menjadi iman
yang terbenam di bak mandi
dan kau tak lagi mau menepi
menemani kesekian kalinya
untuk tidak menjadi masa lalu
yang sering aku lukai

Kendal, Oktober 2016

Sebagian yang Luput

Aku lah sebagian itu
Dari yang luput
di hidupmu
Kita sempat bakar diri

Kepada doa kita
yang sebagian lagi dipisahkan
aku mengeras
di dadamu yang leleh

Sebab sepertiga malam
hingga paginya,
Selepas tubuh-tubuh berjatuhan
Kita seperti waktu
yang beku
Diliburkan setiap kali
Orang-orang sibuk
Memilih diri sendiri

Ia seperti waktu
Menyaksikan masa lalu
yang banyak dicari
di hari paling minggu

Ia seperti pagi, dua hari lalu
kita masih disibukkan
dengan lonceng
dengan sirine
dan gambar atap rumah
yang bocor

Mereka pastikan semua
bahwa tak ada lagi bagian lain
Selain tubuh-tubuh yang tanggal

Kendal, Oktober 2016




Setia Naka Andrian, Lahir dan tinggal di Kendal, 4 Feb- ruari 1989. Dosen Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni Universitas PGRI Semarang. Menerbitkan buku puisi pertamanya, Perayaan Laut (April, 2016) dan saat ini se- dang menyiapkan buku puisi kedua, Manusia Alar


Rujukan:
[1] Disalin dari karya Setia Naka Andrian
[2] Pernah tersiar di surat kabar "Koran Tempo" edisi akhir pekan 22-23 Oktober 2016 

0 Response to "(Bukan) Mantan Aktivias - Sebagian yang Luput"