Bulan Kecil - Kontemplasi Kamar Tidur - Mencarimu | Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara: Puisi, Cerber, Cerpen Koran Minggu
Bulan Kecil - Kontemplasi Kamar Tidur - Mencarimu Reviewed by Kliping Sastra Nusantara on 02:18 Rating: 4,5

Bulan Kecil - Kontemplasi Kamar Tidur - Mencarimu

Bulan Kecil

Waktu umurku masih sehijau pupus daun pisang
bulan masih sekecil uang logam
di pucuk daun sukun jasadnya menyangsang
selepas isya meleleh sinarnya menggenang

Bulan kecil pernah kucuri
Kupetik kubawa pulang
kubawa ke dalam mimpi
lalu lesap sesampai pagi

Setelah dua belas ribu empat ratus tujuh puluh hari lebih
usia bulan menua
Aku bertualang membawa lupa
Ronamu punah di mata dan kepala
Bahkan tak kudengar pada kenangan dan cerita-cerita

Kemudian aku menemukannya kembali
di dalam rumahku sendiri
Bulan-bulan kecil yang tersenyum
kuciumi pipinya setiap pagi
sebelum aku berangkat mengail hari

Kontemplasi Kamar Tidur

Tenggelam kita pada waktu
Seperti terlibat pada hutan mozaik
Ruh-ruh yang tumbuh dari rimpang
Bermunculan lalu tertebas menjadi gambar-gambar di dinding

Dan akar-akar yang membelit
bertumpukan membangun kamar
tempat kita merenung tentang kematian
yang terkadang telentang pula menjadi lantai
menumpu kulit punggung kita
dan merekam ketukan-ketukan langkah kaki
yang terkadang lirih setiap menembus lubang pintu
terkadang menghentak setiap tersandung pasak

Lantai itu selalu mengintai
menyimpan sangkur dalam diam dan sepi

: Kelak puzzle yang telah kita susn akan terlepas lagi
Luruh menjadi butiran-butiran debu yang dipigurakan
pada petak-petak tanah yang sunyi dan asing kembali

Mencarimu

: Istriku

Aku mencari jejakmu
pada partikel-partikel debu
yang diusung angin biru

Di pagi yang lengang
bayangmu datang
: menyiapkan sarapan sederhana
seperti biasanya

”Apa kabarmu kekasihku,
aku terjebak waktu yang tak bergerak“

Di siang yang terang
namamu masih kueja
Kaulah bait-bait puisiku
rembesan jarit kalbuku
Kugelung kau pada tiap potongan napasku

Aku masih mencarimu
di senja yang muram
Aku terjepit pada bayangku sendiri
langkah-langkah yang sunyi
mendaki kamarku sendiri
Hanya angan yang berloncatan
Semacam harapan bercampur
Keraguan hari-hari yang sulit kusesap

”Aku merindukanmu pada lelehan senja“

Malam mulai datang dan mencair
Kesunyian adalah belati
Mengiris gambar-gambar
yang kukesup namun terlepas
Aku semakin tenggelam
Rinduku membakar spasi-spasi udara
Melelehkan oksigen
Menggantung otakku di jendela kata

Datang. Datanglah subuh
aku mencarimu istriku, di bilik jantungku sendiri.



Anung Ageng Prihantolo: lahir di Cilacap 8 Desember 1979. Tinggal di Jalan Jeruk Manis 1 C RT 3 RW 6 Kedawung, Kroya Cilacap 53282.

Rujukan:
[1] Disalin dari karya Anung Ageng Prihantolo
[2] Pernah tersiar di surat kabar "Minggu Pagi" edisi Minggu 16 Oktober 2016

0 Response to "Bulan Kecil - Kontemplasi Kamar Tidur - Mencarimu"