Candramawat - Hadiah - Laporan untuk Leluhur | Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara: Puisi, Cerber, Cerpen Koran Minggu
Candramawat - Hadiah - Laporan untuk Leluhur Reviewed by Kliping Sastra Nusantara on 02:06 Rating: 4,5

Candramawat - Hadiah - Laporan untuk Leluhur

Candramawat

Kuingat ajakannya, kembali
"Takkan ada hujan di sana" dengan menyimpul senyum.
Ia elusi lembut punggungku: meyakinkan dirinya sendiri
dan tanngan gemetarnya memunguti pekakas tenunnya.
Dengan kendara mega, aku turut diaisnya.
Buana membesar di mataku.
Tak kukenal lagi metafora
atau bagaimana menjerang ekor untuk bertengkar.
Tak lagi untukku tetikus
atau kayu bagi cakarku.
Ku tunggu ia --perempuan tua itu,
dengan pertanyaan. Ingin kuajukan
"Tak inginkah kau pulang?"
Ku tunggui ia, setiap kala.
Perlahan, kuketahui jawabannya,
Dari mendungan tubuh juga hujan matanya.
Tiada lagi mega, tiada udara.

Hadiah

Elok dan berwarna.
ia lipat kembali hadiah itu,
bertuliskan alamatnya.
Ragu menempel mata, hati, dan geraknya,
*hanya yang tersisa di dunia ini* --lalu ia tatap kembali, hadiah itu dalam kotaknya--
Demi Sang Pemilih
ini masuk hitungan,
hadiah itu
berkilau dan tinggal tunggal saja
dan untuknya.
Hati yang lemah itu, ia
hanya melemas
*seandainya aku telah memilikinya*
atau berjalan berlalu
seraya,
*aku tak hidup untuk itu*
Jatinangor, 1 September 2016

Laporan untuk Leluhur

Tak usah kau tanya
aku telah enggan baui hujan
dan mengenang teduhnya perdu melati
Tak perlu kau serukan
yang terang aku hindari
Ini zamanku, bukan milikmu lagi.
Pura-pura kini ku khidmati
tentang beberaoa tepuk untukku
yang kukalungkan menjadi sebuah medali.
Acuh. Tak ada perasaan lagi.




Mira Rahmawati. Mahasiswa Sastra Indonesia, Universitas Padjadjaran.



Rujukan:
[1] Disalin dari karya Dian Hardiana
[2] Pernah tersiar di surat kabar "Pikiran Rakyat" edisi Minggu 9 Oktober 2016

0 Response to " Candramawat - Hadiah - Laporan untuk Leluhur"