Kemarau - Dari Jendela Lembah | Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara: Puisi, Cerber, Cerpen Koran Minggu
Kemarau - Dari Jendela Lembah Reviewed by Kliping Sastra Nusantara on 02:44 Rating: 4,5

Kemarau - Dari Jendela Lembah

Kemarau

beberapa langkah bersegera, mereka tak ingin terberai
tapak tapak berlarian pada bberapa hari yang dimulai
mereka tak ingin tercecer, walau ada sekian jengkel cecer
dipungutinya segera untuk tiba,
suatu masa dari dua penggal musim

seketika terayun tongkat
berhamburan tanggal serta bulan dari dinding
beberapa langkah tetap bersegera:
kian cepat, ada pula hingga terhuyung
ia bawa angka tanggal yang hinggap di gagang pintu rumah
jari lain ambil hempasan di dedaun segar
goyang diterpa piuh
dari kelopak bunga tertambat beberapa tanggal

langkah bersegera, tergesa lari
jumpai terbbangan dari ilalang yang mulai kering
: juntai diayun mentari
dari coklat batang matang, ia punguti banyak berai
terus menerus hingga sedikit saja masih
untuk serempak masa, dari tiupan
tempat menaut setiap cecerannya
untuk relung relung tempat bernaung gelung asa dan rasa
: menetapi sapa hingga pernyataan disetia musim

**Bandung, Juli 2012


Dari Jendela Lembah

Tangan siapa di pintu, menetapi buka, atau apa
dengan gerak tungkainya, telah tiba di petak beranda
sekitar, tetumbuhan terisak
kuyup berhuruf huruf,
rerumputan lembab, oleh dekapan hari hari

buka dan terbanglah! sebulan datang seorang lambat
ingatlah untuk setiap belokan, menoleh ke belakang
menangkup telapak, basuhi ruas jari
guyur di sana,
mengenai tanah senja yang menanam nafas

dari jauh dekat bebulir
menjadi riwayat, oh betapa! tanah senja menelan kelam
munculnya mentari engupas remang
maka lompat dan terbanglah!
untuk warnai seberapa nyala tanah dan pilar pohon.
**Bandung, Oktober 2012




Nella W Wulan, penyuka puisi serta prosa. Puisi-puisinya telah dimuat di buletin Suluh (2012) di belasan antologi bersama, di antaranya Dari Negeri Poci 4 (2013), Spring Fiesta-Bilingual Poetry (2013), dan Kartini Penyair Wanita Indonesia Mutakhir (2013).



Rujukan:
[1] Disalin dari karya Nella W Wulan
[2] Pernah tersiar di surat kabar "Pikiran Rakyat" edisi Minggu 23 Oktober 2016

0 Response to "Kemarau - Dari Jendela Lembah"