Parama’an - Pigura Tua - Bilapora Rebba - Reportase Sepasang Sandal Usang - Monolog Sebuah Kursi - Tikar Daun Siwalan | Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara: Puisi, Cerber, Cerpen Koran Minggu
Parama’an - Pigura Tua - Bilapora Rebba - Reportase Sepasang Sandal Usang - Monolog Sebuah Kursi - Tikar Daun Siwalan Reviewed by Kliping Sastra Nusantara on 01:54 Rating: 4,5

Parama’an - Pigura Tua - Bilapora Rebba - Reportase Sepasang Sandal Usang - Monolog Sebuah Kursi - Tikar Daun Siwalan

Parama’an

matahari sore
menyapih bebayang bambu
ke tubuh jalanan

lalu tumbuhlah keriangan
tawa dan percakapan
seperti halnya sungai
yang membisikkan riak
ke tepi-tepi persawahan
setelah lama dicerai hujan.

Parama’an, 2016

Pigura Tua

waktu melerum dalam potret tua
pada lambungmu yang menyimpan suatu
musim
penuh kelopak bunga

aku memandangmu
membiarkan ingatan berkunjung
pada musim itu, pada kelopak bunga
dan memungut sekelopak
yang tertinggal di jemari seseorang
yang mungkin saja seseorang itu
telah membuang namaku
bersekutu dengan bingkai tuamu
yang penuh debu.

ya, aku memandangmu
memandang potret hidup yang lusuh.

Gapura, 2016 

Bilapora Rebba

aku tiba
tapak bersekutu tanah
saat batang jagung
menyimpan doa-doa agung
di antara gerimis dan mendung,

dan sebagian bunganya gugur ke hati
menjadi puisi.

Bilapora Rebba, 29.09.16

Reportase Sepasang Sandal Usang

aku wujud tingkah
dari beragam langkah,

kini bermukim tempat sampah
sekotor-kotor benda tetap lebih indah
dari jejak kakimu yang sering salah.

Dik-kodik, 2016

Monolog Sebuah Kursi

dan setelah pantatmu
adalah kesenyapan,

dan setelah kesenyapan
ada pantat lain.

Demikian dunia diberi kehidupan
Selalu dibidik ketidaknyamanan.

Dik-kodik, 2016

Tikar Daun Siwalan

daun panjang, rapat teranyam
satu rangkulan
menyunggi kisah dari ladang.

daun panjang, rapat teranyam
bertepi rajutan lidi
kisah-kisah ditaruh di sini
dijaga empat sudut yang melawan sepi.

daun panjang, rapat teranyam
dihampar seperti bumi
digulung seperti mumi.

Gaptim, 2016


A.Warits Rovi, lahir di Sumenep, Madura, 20 Juli 1988. Kumpulan puisinya antara lain terdapat di Ketam Ladam Rumah Ingatan (Antologi penyair muda Madura 2016), Bersepeda Ke Bulan (Antologi Puisi Pilihan Indopos, 2014), Ayat-Ayat Selat Sakat (Kumpulan Puisi Pilihan Riau Pos, 2014). Sedangkan antologo puisi tunggalnya Hilal Berkabut (Adab Press, 2013).

Rujukan:
[1] Disalin dari karya A.Warits Rov
[2] Pernah tersiar di surat kabar "Jawa Pos" Minggu 9 Oktober 2016

0 Response to "Parama’an - Pigura Tua - Bilapora Rebba - Reportase Sepasang Sandal Usang - Monolog Sebuah Kursi - Tikar Daun Siwalan"