Pesan Suami Kepada Istrinya - Suatu Ketika di Depan Hotel Kozi - Cinta Yang Lupa Ingatan | Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara: Puisi, Cerber, Cerpen Koran Minggu
Pesan Suami Kepada Istrinya - Suatu Ketika di Depan Hotel Kozi - Cinta Yang Lupa Ingatan Reviewed by Kliping Sastra Nusantara on 01:38 Rating: 4,5

Pesan Suami Kepada Istrinya - Suatu Ketika di Depan Hotel Kozi - Cinta Yang Lupa Ingatan

Pesan Suami Kepada Istrinya

di hidup yang sekali ini
aku tak ingin kau cemberut
nanti kucubit mulutmu
dengan mulutku
agar terbang rasa sakit
dan lapang hati yang sempit

di hidup yang sekala ini
kita mesti berdandan rapi dan wangi
agar jam tanganmu tak dicuri hari.

(tak ada yang boleh tahu isi kamar kita
kecuali kenangan yang menempel di dinding rumah kita)

cinta yang ganjil ini
digenapi sunyi
kita berharap tuhan datang setiap hari
menjenguk kita
mengajak kita bicara
agar hati tak diikat yang fana

di hidup yang sekali ini
aku tak ingin hari kita kusut
sebab kau tahu
tangan takdir lebih panjang dari nasib

jangan tergesa
toh di depan ada lampu merah menunggu
kita tunggu sampai lampu hijau menyala
agar perjalanan tak hilang di pos penjaga

di hidup yang sekali inii
aku tak ingin kau takut
gelap itu sebab
sementara etrang niscaya
mari kubawa kau
ke tempat anak-anak menunggu
anak-anak bandel dan lucu
yang akan mengajari kita tertawa
dan bertahan menjaga cinta.
Tembi, 2016

Suatu Ketika di Depan Hotel Kozi

di depan hotel
seperti kawanan domba
mobil-mobil diikat oleh waktu
seorang satpam tertidur di kursi
lalu terbangun
ia ingin meringkas malam
dan menonton film india di rumahnya
di seberang jalan
kawanan remaja tionghoa mengulur malam
mereka ingin memakai lipstik sampai gelap padam
sementara di belakang restaurant
di kabel-kabel telepon yang melengkung
seekor gagak berkoak minta bangkai
di depannya dua lelaki india menunggu matahari
yang menyeruak dari aroma babi panggang
malam aberjaga di bangku di resepsionis
tak ada telpon berdering
lampu-lampu menunggu cahaya
kamar penuh dan menyimpan rahasia

di luar, malam merelakan dirinya tak pernah utuh
seperti perempuan menyeret-nyeret masa lalu
dan menceritakan kecemasannya
pada lelaki di depannya

di depan hotel,
Engkau datang di sepertiga malam
menatapku tak penuh-penuh
tak sudah-sudah
Johor Baru, 2016

Cinta Yang Lupa Ingatan

ketika melihat matamu
lampu kota padam oleh soriot magismu
sebab senyummu
sanggup menjinakkan jalangnya kota ini
manakala setiap paha perempuan terbuat dari keju
dan gedung-gedung dibangun dari kosmetik eropa

tak ada yang lebih harum dari perangaimu
ketika tuhan cemburu pada wajahnya sendiri
aku cepat-cepat mencurinya darimu

aku ingin memakan keju
dengan selai bibirmu
dan buah apel dadamu yang montok

aku ingin tersesat di hatimu
dan sengaja kau hapus alamatnya

aku ingin kau memaksaku dengan kasar
masuk ke dalam rumahmu
dan membuang kuncinya

aku ingin hidup bukan untuk masa silammu
karena kau  bukan takdir kenanganku

dan untuk terakhir kali
aku ingin kau membangunkanku
dari mimpi tolol ini
Yogya, 2016


Kedung Darma Romansha, kelahiran Indramayu 1984. Terlibat di Komunitas Rumah Lebah, Sanggar Suto, dan Saturday Acting Club (SAC). Kumpulan puisi pertamanya "Uterus" (2015) dan "Masa lalu Terjatuh ke Dalam Senyumanmu" (Merpati Jingga Malaysia, 2016). Menulis novel "Kelir Slindet" (Gramedia, 2014). Sedang melanjutkan studi di Pascasarjana UGM. Selain menulis, ia juga terlibat dalam beberapa garapan teater dan film.


Rujukan:
[1] Disalin dari karya Kedung Darma Romansha
[2] Pernah tersiar di surat kabar "Kedaulatan Rakyat" Minggu 30 Oktober 2016

0 Response to "Pesan Suami Kepada Istrinya - Suatu Ketika di Depan Hotel Kozi - Cinta Yang Lupa Ingatan"