Peti - Firman - Rumah Kayu | Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara: Puisi, Cerber, Cerpen Koran Minggu
Peti - Firman - Rumah Kayu Reviewed by Kliping Sastra Nusantara on 02:08 Rating: 4,5

Peti - Firman - Rumah Kayu

Peti

aku jasad.
ruang kosong terbaring di tubuh
di wajah angin menabur
sepasang amta yang berasal dari tambat
seekor laba-laba menggantung dan

memandang

aku jasad.
terbaring di ruang kosong
tubuh yang pernah menunggu
berdiam dari dendam
malam panjang menderu
laba-laba di atas, remang dan

memandang

aku jasad.
segala memutih, dingin berdegup
seperti hukuman, suara lonceng paling senyap
dibunyikan
laba-laba melepas jaringnya dan

memilinku dan
memilinku

2016

Firman

ia tergelincir
dari halaman kitab
jutaan cahaya yang tersesat
adalah semesta di ujung jalan

sebuah firdaus dalam dongeng
menyadarkanmu
zarah bukan lagi degub jantung majusi
setelah nisan dan batu-batu dinamai

ia tegakkan kami
di atas bahasa
wajah putih menangkap
hablur dalam tangkupan itu
zat yang mesti dilesapkan
sebelum kau menundukkan kepala

2016

Rumah Kayu

di belantara ini

aku tidurkan mata dari udara,
aku lelapkan serangga dari hutan,
hangus mataharu
menetaskan malaria

mualim itu,
pemburu rusa,
penangkar lebah

aku tutupkan pintu dari suara-suara,
angin purba
aku kancingkan jendela dari daun-daun,
waktu gugur

tua garis wajah
menggambar tanda
saat paling siap
getah nasib disadap

dari balik dinding
pohon hayat itu
dalam taman suaka

2016


Irma Agryanti menetap di Mataram, Lombok. Buku puisinya, Requiem Ingatan (2013). Bergiat di Komunutas Akarpohon.


Rujukan:
[1] Disalin dari karya Irma Agryanti
[2] Pernah tersiar di surat kabar "Koran Tempo" edisi 1-2 Oktober 2016

0 Response to "Peti - Firman - Rumah Kayu "