Sinar Lampu Bundar - Harapan | Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara: Puisi, Cerber, Cerpen Koran Minggu
Sinar Lampu Bundar - Harapan Reviewed by Kliping Sastra Nusantara on 02:31 Rating: 4,5

Sinar Lampu Bundar - Harapan

Sinar Lampu Bundar

Di bawah sinar lampu bundar
Telentang nyawa di tangan pemegang pisau
Bau anyir tak bisa lagi ia cium
Sebab semuanya terasa anggur
Bukan pemotong daging ataupun pemangkas rumput
Tapi nyawa berada di tangannya
Di bawah sinar lampu bundar
Dan teleskop, pisau digoyangkan
Selang-selang dipasang bak akar beringin
Yang menuntun percintaan

Di bawah sinar lampu bundar
Tangan-tangan berdosa melambai
Bak ilalang menyapa senja
Menyeret nyawa ke liang lahat
Oh nyawa-nyawa tak berdosa
Kemarilah, lihatlah
Tangan-tangan itu menari indah
Seperti pemotong daging


Harapan

Kata tak mampu keluar dari lidahmu yang kelu
Sebab hati yang tergores tak menginginkan apa-apa
Tak perlu penjelasan bahkan pengertian
Aku hanya ingin dirimu
Dan dirimu
Berada di samping nisanku kelak
Agar malaikat tak mampu
Mencambukku yang penuh dosa
Akan tiba waktunya kau menyesal,
Sebelum sampai pada batas ini
Yakinkan dirimu yang membeku
Akan mencair ke sebelah mana
Dan akan memenuhi rongga yang mana
Yang kedinginan atau yang memanas
Lakukan sesukamu apa yang kau inginkan
Sebab tak ada guna tuk melarang




Shofiyatuz Zahroh, penyair lahir di Madura, 6 Oktober 1995, tercatat sebagai penggagas komunitas sastra Morleke. Puisi-puisinya telah banyak dipublikasikan di berbagai media lokal ataupun nasional. Sekarang aktif sebagai mahasiswa IKS UIN SUKA Yogyakarta.


Rujukan:
[1] Disalin dari karya Shofiyatuz Zahroh
[2] Pernah tersiar di surat kabar "Pikiran Rakyat" edisi Minggu 16 Oktober 2016

0 Response to "Sinar Lampu Bundar - Harapan "