Aku Tahu - Air - Ayah - Antara | Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara: Puisi, Cerber, Cerpen Koran Minggu
Aku Tahu - Air - Ayah - Antara Reviewed by Kliping Sastra Nusantara on 01:59 Rating: 4,5

Aku Tahu - Air - Ayah - Antara

Aku tahu

Begitulah kata debu yang melekat di sepatumu
Selagi pencarian belum usai, angin di
jantungmu
Senantiasa diusiknya

Aku tahu
Begitulah bisik nafsu yang terdengar di
banthinmu
Selagi harapan masih berdebur, mimpi
dalam tidur
Senantiasa dijamahnya
Aku tahu
Begitulah tangis cinta yang kadang menjerit
di dadamu
Selagi usia masih berdetak, kebenaran dalam
kata
Senantiasa ditelikungnya
Aku tahu
Begitulah jika kita manusia
Begitulah jika kita memaknai riuhnya
peradaban.

Kudus, Februari 2016

Air

Air di gunung tinggal batu
Air di laut tinggal ombak dan gelombang
Air di sungai tinggal riak dan sampah
Air di udara tinggal debu
Air di jiwa tinggal nafsu?

Kudus, Februari 2016

Ayah

Ia tongkat yang menuntun kita berjalan
Ia peta yang mengajari kita tentang cinta
Ia cahaya yang menyinari kita mengenal
warna-warna
Ia menjaga kita.

Kudus, Februari 2016

Antara

Antara tanah dan batu manusia berpijak
Udara adalah nafas, mengenalkan peta yang
ada di balik warna-warna
Begitulah kita pegembara silih berganti
datang pergi
Menancapkan sejarahnya di ubun-ubun
kehidupan

Antara air dan api manusia berbicara
Kata adalah suara, mengajari makna-makna
yang ada di luasnya samodra
Begitulah kita pemikir mendaki kepuasan
yang tidak ada batasnya
Dan selalu gelisah setiap mencari, ya mencari

Antara ada dan tiada manusia belajar dan
belajar
Langit yang membentang telah tertulis takdir
Dan kita mengajinya!

Kudus, Februari 2016

Jumari Hs, penyair autodidak, lahir di Kudus, 24 November 1965. Belum lama ini 15 puisi heroiknya diminta Einstein akan didokumen- tasikan di perpustakaan Prancis, dan pada 1-3 Juni 2012 yang lalu diundang baca dan bedah puisinya di Universitas Hankuk Seoul, Korea Selatan. Mendapat Sastra Award ke-2 di Bekasi. Buku puisi tunggalnya yang telah terbit berjudul Tembang Tembakau dan Jejak yang Hilang (2015).




Rujukan:
[1] Disalin dari karya Jumari Hs
[2] Pernah tersiar di surat kabar "Media Indonesia" edisi Minggu 6 November 2016

0 Response to "Aku Tahu - Air - Ayah - Antara "