Semuanya Lahir Kepada Namanya Sendiri Gus Zainal Arifin Thoha - Malam di Laut Mediterania - Kepada yang Diam | Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara: Puisi, Cerber, Cerpen Koran Minggu
Semuanya Lahir Kepada Namanya Sendiri Gus Zainal Arifin Thoha - Malam di Laut Mediterania - Kepada yang Diam Reviewed by Kliping Sastra Nusantara on 02:11 Rating: 4,5

Semuanya Lahir Kepada Namanya Sendiri Gus Zainal Arifin Thoha - Malam di Laut Mediterania - Kepada yang Diam

Semuanya Lahir Kepada Namanya Sendiri Gus Zainal Arifin Thoha

Musim-musim berderai di tubuhmu
menanam pohon -pohon berbuah semesta
kepada waktunya mereka ada, bisikmu

Tapi ditubuhku
mereka lesup berguguran
ikan membawanya dengan sirip patah

Sebuah waktu
mencari sendiri ruang
ke setiap sudut tubuhku
dan kesunyian hingar-bingar
merinta setiap kali utbuhku terdiam
membedah langit dari pucuk bening anggur
semuanya lahir kepada namanya sendiri, bisikmu

Aku terus berjalan
anak musim ke semua ruang
setelah mengecup doa-doamu
[Kutub-Maguwoharjo, 2006]

Malam di Laut Mediterania

Aku mencium aroma kayu kapal-kapal dibakar
tak ada jalan pulang untuk sebuah pertempuran
kemenangan adalah keyakinan, di sama depan
Laut Mediterania pun terdiam. Memeran doa
pasukan perang singa padang pasir telah hadir
ke semenanjung, daratan hijau lumur pesona

Tariq, inikah peta laut yang engkau jinakkan?

Dari ujung kafe di lembahAmos, disko menyala
malam ini apakah aku dihanyut laut atau selamat
sembuyi pada cahaya bulan di permukaan laut
sampai subuh, kantukku purna menjadi ombak
alu etrdiam merekam keriuhan-keriuhan daratan

Tiba-tiba aku ingin segera pulang, Tariq
jalan pulang ke pulau, ke pintu kenangan!
[Marmaris, 2015]

Malam Natal di Turki

Bulan meleleh, putih
di depan jendela, merintih
[Turki, Desember 2015]

Kepada yang Diam

sesuatu yang tak tergali
kedalamannya adlaah rasa curiga
[Konya, 2013]

Pemahat Gerimis
Dalam lipatan Gerimis
ada yang selalu memanggilku
ke tengah hujan lebat lebat
ia seperti mata seorang bocah
terkaca nama-nama baru
setiap pahatan gerimis
mengekal di pipinya

Ia tak akan mengusik
selain memastikan
jika setiap gerimis
ada yang pasti terberai
basah ke telapak tanganku

Di balik rintik
Ia berdiri sendiri bergidik
ada yang tak kunjung datang
yang telah memahatnya
[2009]

Endapan Puisi

Endapan puisi
seperti endapan kopi
hitam dalam dasar gelas
pekat dalam palung ingatan

Endapan kopi
seperti endapan puisi
perah nyeri keringat dan sengketa
menyuntuki kepekatan hari-hari celaka

Enapan puisi
seperti endapan kopi
memintamu menyeduh sunyi
[2010]



Bernando J Sujibto. Penyair asal Madura, sedang menempuh studi master di Turki. Mempersiapkan antologi puisi tunggal pertamanya berjudul Rumbalara Perjalanan (Sastra Perjuangan, 2017). Mendirikan portal khazanah ke-turki-an di www.turkishspirits.org

Rujukan:
[1] Disalin dari karya Bernando J Sujibto
[2] Pernah tersiar di surat kabar "Kedaulatan Rakyat" Minggu 18 Desember 2016

0 Response to "Semuanya Lahir Kepada Namanya Sendiri Gus Zainal Arifin Thoha - Malam di Laut Mediterania - Kepada yang Diam"