Bunga Melati Ibuku - Aku Hanya Seorang Ibu | Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara: Puisi, Cerber, Cerpen Koran Minggu
Bunga Melati Ibuku - Aku Hanya Seorang Ibu Reviewed by Kliping Sastra Nusantara on 03:41 Rating: 4,5

Bunga Melati Ibuku - Aku Hanya Seorang Ibu

Bunga Melati Ibuku

bau tubuhmu
mengingatkan pesan-pesan ibuku
yang senantiasa merindu
pada salawat dan dizikir
selepas aku bersholat lail

seperti berlembar bunga melati
yang tersimpan di tiap ruas buku hariannya
meski kering dan mengertas
harumnya tak pernah pudar
untuk berkabar
kepada nama-nama
yang dicatatnya

kini ibuku telah pulang
bersama salawat dan dzikir
kini ibuku telah bermakam
tertabur berlembar bunga melati
namun harumnya kembali bermukim
di tubuhmu

aku pun merindu

semarang 2016

Aku Hanya Seorang Ibu

aku memang bukan matahari
tapi ingin aku ajari anak-anakku
bagaimana seharusnya memandang dunia
dengan dada membara
dan hati yang legawa

aku memang bukan rembulan
tapi ingin aku tuntun anak-anakku
dengan cahaya jiwa
dalam meniti ruang demi ruang
agar tak terjebak kegelapan

aku memang bukan angin
tapi ingin aku kembangkan
layar perahu anak-anakku
dengan tiupan kalbu
saat mereka hendak mengarungi
hamparan samodra

aku memang bukan sungai
di tanah ngarai
tapi ingin aku aliri
ladang jiwa anak-anakku
agar tetap hijau
meski kemarau acap kali menghardik
tak kenal waktu

aku hanya seorang ibu
yang ingin menjadi permaisuri
bagi suamiku
di surga nanti

semarang 2016

Agoes Dhewa, penyair Semarang. Karyanya termuat di
beberapa media massa nasional dan lokal juga
terkumpul dalam beberapa antologi puisi.

Rujukan:
[1] Disalin dari karya Agoes Dhewa
[2] Pernah tersiar di surat kabar "Suara Merdeka" Minggu 22 Januari 2017



0 Response to "Bunga Melati Ibuku - Aku Hanya Seorang Ibu"