Kabayan Jualan Tahu Bulat | Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara: Puisi, Cerber-Cerbung, Pantun, Cerpen Koran Minggu
Kabayan Jualan Tahu Bulat Reviewed by Kliping Sastra Nusantara on 17:46 Rating: 4,5

Kabayan Jualan Tahu Bulat

"TAHU bulat, digoreng, di mobil, dinaaa katel, dadakan, lima ratusan, gurih gurih enyoi. Sedap mantap, haraneut keneh." Begitu lantang Kabayan mempromosikan tahu bulat yang ia jual.

KABAYAN tidak sendiri berjualan tahu bulat. Ia di temani partner bisnis yang sangat setia terhadap usaha yang sedang digarapnya. Yang menjadi partenr kerja Kabayan tidak lain, Toing sahabat dari kecil.

Toing dia partner terbaik Kabayan saat berjualan tahu bulat. Dia memiliki semangat yang luar biasa untuk berjualan. Namun pada suatu hari sebelumnya Toing terlihat sangat tidak semangat berjualan.

Toing pun mengutarakan keluhannya terhadap partner sekaligus sahabatnya itu.

"Kab (Kabayan) kenapa yah setiap kali kita nemu tanjakan mobil kita ini sering tidak  naik yah. Sepertinya harus diservis deh Kab," Toing menyampaikan keluhannya kepada Kabayan.

"Oh... jadi ini yang membuat kamu jadi gak semangat berjualan teh. Tenang Ing mobil mah urusan saya kamu ge tahu kan aku dulu pernah jadi montir terbaik sedesa kita," kata Kabayan.

Kabayan melanjutkan, "Sekarang mah kamu sana mandi terus prepare buat jualan. Mobil mah urusan saya pokoknya kamu tahu ngabret saja deh tenaga Si Black (mobil pikap yang dipakai jualan). Pokoknya bisa nanjak."

"Aslinya nya, Kab, awas kalau bohong ah," timpal Toing.

"Beneran Ing, masa saya bohong kan pantangan bagi saya ngebohong mah, kan saya dulu pernah kerja di bengkel Mang Suhe," ujar Kabayan.

"Ya udah atuh Kab, diriku ingin mandi dahulu agar terlihat segar dan semangat yah," ucap Toing.

Selagi menunggu Toing mandi dan bersiap-siap, Kabayan juga masuk ke dalam rumah dan mencari peralatan untuk servis mobil mereka.

"Hayu ah Kab kita on the way for icalan tahu bulat, semangat pisan yeuh ten kuat bray pengen ngegas nih, jigana enakeun nya Si Black sudah diservis mah," kata Toing.

"Stingak atuh Ing, hayu atuh sok kamu nu jadi pilot ah, saya mah ngala-dangan we di belakang," ucap Kabayan.

Mereka pun bergegas berjualan dengan penuh semangat dan percaya diri, Toing pun mengemudikan si Black dengan kecepatan yang cukup pelan. Selama perjalanan, Kabayan sudah banyak melayani pembeli. Namun bukannya pembeli yang ditemui Toing. Justru Toing dihadapkan pada jalan yang semakin menanjak.

Toing mulai was-was. benar saja kekhawatiran Toing terjadi. Si BLack kembali tidka kuat pada jalan tanjakan. Walhasil Si Black pun mogok di tanjakan itu.

"Kab kumaha ari kamu katanya si black sudah diservis tapi ko angger gak naik di tanjakan ah," kata Toing dengan nada kesal.

"Tenang Ing, awas kamu pindah ke belakang biar saya yang jadi nahkoda," jawab Kabayan.

Toing pun berpindah posisi ke belakang. Dia menjalankan tugas Kabayan menggorenng tahu bulat. Sementara Kabayan berpindah ke kursi sopir dan menjalankan Si Black.

Namun, anehnya Kabayan mengeluarkan pecut dari bawah jok sebelah kiri. Toing yang melihat perilaku Kabayan, mulai curiga. "Jangan-jangan Kabayan melakukan hal-hal yang aneh," gumam Toing.

Belum habis Toing berpikir, betul saja Kabayan berperilaku aneh. Tapi Kabayan tetap saja percaya diri.

"Hes...Hes...Hes, ayo Black jangan malu-maluin ah hess...hes..hes," kata Kabayan sambil memecut Si Black.

Kabayan mencambuk-cambuk mobil dengan penuh percaya diri. Sementara itu,  Toing merasa heran dan mulai geram. Tak tahan dengan kelakuan Kabayan, Toing langsung memprotes Kabayan yang sedang jadi nahkoda mobil pikap.

"Kab ari kamu bodoh teh tong dipelihara. Mending pelihara mah kambing sudah gemuk bisa dijual. Ari kamu mah tibalik, bodoh nu dipelihara. Piraku mobil dipecut. Dipecut berulang-ulang juga, mobil mogok tidak mungkin jalan," ucap Toing yang kelihatan kesal,

Toing makin penasaran dengan ucapan Kabayan. Dia bertanya, "Ari kamu dulu kerja di bengkel siapa sih kaya yang iyah we bisa betulin Si Black?" tanya Toing kepada Kabayan.

"Iyah da memang begini carana kalau kendaraan pengen lari kenceng mah, saya ge dikasih tahu dulu pas masih kerja di bengkel Mang Suhe," jawab Kabayan.

"Euh pantesan atuh sugan teh bener pernah jadi montir beneran. Ternyata kamu mah jadi montir delman. Da saya oge apal Mang Suhe mah terkenal punya bengkel keretek alias delman kan, dasar boloho, si Kabayan mah," ucap Toing.

"Eh.. ulah kitu Ing da Si Black oge sama masih kendaraan ngarana mah. Cuma bedanya kalau delman mah kendaraan bermodol ari Si Black mah kendaraan bermotor ," ujar Kabayan seperti tak mau kalah. 

"Kumaha maneh ah Kabayan saya mah sudah jangar sama kamu bodoh dipelihara, da kalau ada lomba pa bodoh bodoh mah saya sudah daftarin kamu Kab," kata Toing yang sudah tidak bisa menahan rasa kesalnya.

"Alah... ulah kitu atu Ing da kamu oge dulu pernah jadi kusir keretek atuh jangan munafik gitu ah gak suka saya mah," ucap Kabayan.***


Rujukan:
[1] Disalin dari karya Faisal Al Azhar
[2] Pernah tersiar di surat kabar "Pikiran Rakyat" Minggu 29 Januari 2017 

0 Response to "Kabayan Jualan Tahu Bulat"