Langit Selatan Palestina | Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara: Puisi, Cerber-Cerbung, Pantun, Cerpen Koran Minggu
Langit Selatan Palestina Reviewed by Kliping Sastra Nusantara on 01:44 Rating: 4,5

Langit Selatan Palestina

Adakah di antara kita ialah manusia?
Yang terbirit lari dari sakit
atau berani kembali
melempar telunjuk kepada muka para senjata
dari akhir peluru setiap dada

"Ruumah kami belantara, perkakasnya bala tentara."

Di langit selatan Palestina, pernak-pernik api, menarik hati
Meriah suara dentumnya. Ada asap dapat dibakar lagi.
Arangnya belulang, bekas daging dan bangkai infanteri
yang kemarin menjadi pelor artilei

Inilah satunya sajian dunia
yang bisa dinikmati justru dengan menutup mata
Antagonis bengis zionis, memang peran di panggung perang
Namun di belakang layar, liar alam dan liur hewan, terkam nakal tiap adegan
Sampai bendera berkibar, garis tangan para mujahid dapat diramal

"Jangan kirim makanan! Kami tidak kelaparan. Kami kenyang dengan tembakan."

Ini bukan sebatas batas:
mediterania, udara, atau tembok perkasa
Darah ini manusia. Tanah ini negara. Langkah ini agama!
Tapi, di mana kita? Seperti apa bentuknya?
Sementara deru serdadu kian memburu,
bersorban lelaki pamit pergi
berkorban bayi-bini di 360 km persegi
memasang ranjau, memasung rantau
Demi entah, demi berantah
Ia, mereka. Syuhada.



M Firman Yusup, pernah menjadi anggota IKM ASAS (Arena Studi Apresiasi Sastra) UPI Bandung. Penulis aktif dalam memusikalisasi puisi bersama grup musikalisasi puisi yang ia dirikan Sapta Nada.

Rujukan:
[1] Disalin dari karya M Firman Yusup
[2] Pernah tersiar di surat kabar "Pikiran Rakyat 8 Januari 2017



0 Response to "Langit Selatan Palestina"