Menyusuri Masa Lalu - Merangkai Bunga | Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara: Puisi, Cerber-Cerbung, Pantun, Cerpen Koran Minggu
Menyusuri Masa Lalu - Merangkai Bunga Reviewed by Kliping Sastra Nusantara on 02:48 Rating: 4,5

Menyusuri Masa Lalu - Merangkai Bunga

Menyusuri Masa Lalu

"mari kita susuri masa lalu,"
katam,u di hadapan setummpuk gundu
kita pun bermain sampai lupa waktu

"bermain adalah eblajar bagi kita,"
kataku saat kau takut dimarahi ibu

"lihat, banyak anak belarian
ayo, kita main ke lapangan,"
katamu menjelang senja

tapi kita tersesat ke sebuah makam
"ini nisanku dan itu nisanmu,"
katamu bersimpuh dan bersedih

"apakah di alam kubur
kita menjadi anak-anak kembali?"
bisikku berharap engkau mengerti

Merangkai Bunga

karena kita adalah kelana
kita setia merangkai bunga
memunguti sunyi, waktu, resah
menyususnnya menjadi kelopak-kelopak indah

setiap yang memandang selalu kagum
mengirim kartu ucapan selamat
sampai suatu hari kita terpana
saat seorang anak bertanya:
"buat apa rangkaian bunga?"

tentu tidak ada jawaban
aku kan bisu
entah dengan kamu



Pelangi Pagi, beberapa puisinya pernah dimuat media cetak, juga di emdia online.

Rujukan:
[1] Disalin dari karya Pelangi Pagi
[2] Pernah tersiar di surat kabar "Pikiran Rakyat 8 Januari 2017


0 Response to "Menyusuri Masa Lalu - Merangkai Bunga"