Panggung, Krapyak - Lambung Kerbau Jantan - Ode Kwandang - Meditasi Rawa Aopa | Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara: Puisi, Cerber, Cerpen Koran Minggu
Panggung, Krapyak - Lambung Kerbau Jantan - Ode Kwandang - Meditasi Rawa Aopa Reviewed by Kliping Sastra Nusantara on 03:00 Rating: 4,5

Panggung, Krapyak - Lambung Kerbau Jantan - Ode Kwandang - Meditasi Rawa Aopa

Panggung, Krapyak

                       -untuk tan tsabit

ini panggung, busur lengkung
beton berlumut, pintu dan jendela
empat penjuru, enggan mengatup.
Di sini dulu tempat berburu
para pangeran, mentas sikap
kesabaran dari rusa dan menjangan
dan ketika berbalik punggung
óabad-abad rasa sekejap, Pangeran:
ini panggung, putih jangkung
pohon sawo, buah-buah setengah matang
jatuh di halaman rumah-rumah
yang berderet jadi warung,
angkringan, loundry kiloan
jadi patok baru berburu kalam
ólewat sorogan dan bandongan
kitab-kitab kuning matang
tak jatuh ke halaman-halaman
kekosongan, maka petiklah,
o, para pecinta junjungan!
/2016

Lambung Kerbau Jantan

                       : papa rusli marzuki saria

Lambung kerbau jantan
Lambang lumbung kejayaan
Tanduk dan punuk
Lengkung ketabahan.

Lambung kerbau jantan
Lecut pecut di punggung tuan
Genta di leher
Dentang harapan.

Lambung kerbau jantan
Mendaki jalan ke perbatasan
Dari belasting + Padri
Dari PDRI + PRRI
Kau geret pedati
dari pasar ke pasar
Di bawah tumpukan kol dan sawi
Loloslah amunisi.

Lambung kerbau jantan
Menyimpan rumput padang hijau
Lumbung yang jaya
Mimpi tegak di atasnya
Tapi dentang genta
Tenggelam sudah di jauhan:

Tombak yang ditancapkan
Menyemburat matahari
merah jingga!
/2016

Ode Kwandang

Hijau menghampar bukit-bukit kwandang
Biru terhampar lautan kwandang
Biru berpijar langit kwandang
Hijau cemerlang teluk kwandang
Hitam-coklat tanah kwandang
Jernih-jernih air kwandang

Di atas warna-warna akrab bumi kwandang
Benteng oranye tegak menjulang
ówarna dari langgam tak dikenal
Maka kini tinggal reruntuhan hitam
Menyimpan kesakitan
Laut bukit teluk kwandang
Langit tanah air kwandang
menunggu waktu dibangkitkan!
/Gorontalo-Yogya, 2016

Meditasi Rawa Aopa

Di keluasan rawa Aopa, terhampar kehidupan puspa
warna
Di bawah biru Watumohai, akankah hidup satu warna?

Wahai, kudengar suara satwa, jeritan lintang
pukang
Tapi juga kumandang nyanyian
Kusaksikan aneka flora, memburai
lepas dari akar
dan yang mekar, merangkai lambang hati kita
Teratai putih teratai merah
pancarkan keheningan
degup pesona:

O, betapa banyak yang kulihat, sebatas eforia
Sedikit yang dipinta, cukup untuk berhikmat manja
dengan jantung semesta. Hingga berdenyut hidup
dataran rendah paya-paya ini, o, warna-warni matahari!
/Konawe-Yogya, 2016



Rujukan:
[1] Disalin dari karya Raudal Tanjung Banua
[2] Pernah tersiar di surat kabar "Kedaulatan Rakyat" Minggu 8 Januari 2017

0 Response to "Panggung, Krapyak - Lambung Kerbau Jantan - Ode Kwandang - Meditasi Rawa Aopa"