Pertemuan - Perempuan Botol - Majestic - Kau Adalah Puisi Musim Hujan | Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara: Puisi, Cerber-Cerbung, Pantun, Cerpen Koran Minggu
Pertemuan - Perempuan Botol - Majestic - Kau Adalah Puisi Musim Hujan Reviewed by Kliping Sastra Nusantara on 03:53 Rating: 4,5

Pertemuan - Perempuan Botol - Majestic - Kau Adalah Puisi Musim Hujan

Pertemuan

Saat kita bertemu, aku tidak langsung
mengulur tangan: memelukmu,
tapi kubiarkan rindu berkejaran dulu
di antara dengung kembang api
dan remang lampion.

Aku tidak segera merapatkan bibir
pada keningmu, kupersilahkan dulu
sisa-sisa ingatan menata ruang sunyi
yang lama tidak dihuni.

Kemudian diam-diam aku memandangmu,
sebagaimana kau lekat memandangku.

Jejak Imaji, 2016


Perempuan Botol

Perempuan itu berumah di lereng bukit,
di tepi ladang ubi tidak jauh dari mata air
yang mengalir melintasi bayang-bayang
kurus pohonan menuju anak-anak sungai.

Di bulan basah.

Ia sambangi arus yang sendu
untuk mengisi botol bertutup rindu.
Adakalanya bibirnya yang masai itu
mampu memecah hening batu-batu.

Demikian setiap hari, ia berjalan
menurut nada gemericik air,
menenteng botol dengan tangan kelu.
Satu persatu anak yang lahir
dari rahim bumi ia sirami.

Ada kalanya isi botol itu
digunakan untuk membasahi
anak dari rahimnya sendiri.

Di bulan kering.

Setiap hari ia mengisi botol
dengan peluh dan air mata.

Ia berjalan
menurut nada gemericik air,
menenteng botol-botol itu
sampai matahari sepenggalah
dan akan kembali lagi
ketika langit memerah.

Jejak Imaji, 2016.

Majestic

Hujan turun sederas rindu dan kesepian kita,
pelukan mungkin akan terjadi,
namun kenangan akan tetap demikian,
kekal dan setia.

Apabila ada sesuatu yang layak untuk kita ingat,
itu adalah kepergian. Kepergian serupa ingatan,
menuntut segalanya untuk kembali.

Kekasih, apabila ada yang harus kupungut lagi
selain dingin kabut, aroma hujan, gerlap lampu kota
sesaat setelah senja, bisikan-bisikan di telinga,
dan pelukan paling hangat,

itu adalah kenangan yang kau tinggalkan
setelah sekian waktu kurawat
dengan kemegahan duka cinta.

Jejak Imaji, 2017

Kau Adalah Puisi Musim Hujan

: Majestic

Kau adalah puisi musim hujan
yang selalu bersiap tabah,
saat butir air jatuh di tanah basah.

Sebelum angin benar-benar menghempas,
izinkan aku mencipta pusaran
agar nanti kau tahu bagaimana cara
menghadapi ketidakpastian.

Kau adalah puisi musim hujan,
dan aku adalah kemarau yang cemburu
pada angin yang mencipta jarak.

Aku bergerak: menujumu
dan kau terlalu cepat
meninggalkan kesepianku.

Jejak Imaji, 2017


Ardy Priyantoko: Lahir di Wonosobo, 19 Desember
1992. Bergiat di Jejak Imaji (Yogyakarta) dan Komunitas
Sastra Bimalukar (Wonosobo).

Rujukan:
[1] Disalin dari karya Ardy Priyantoko
[2] Pernah tersiar di surat kabar "Media Indonesia" edisi Minggu 29 Januari 2017

0 Response to "Pertemuan - Perempuan Botol - Majestic - Kau Adalah Puisi Musim Hujan"