Radif Begristi - Kura-kura | Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara: Puisi, Cerber, Cerpen Koran Minggu
Radif Begristi - Kura-kura Reviewed by Kliping Sastra Nusantara on 02:42 Rating: 4,5

Radif Begristi - Kura-kura

Radif Begristi

Samsu mati ditikam belati,
Sedang kuda tak henti menari,

pada festival sepi,
radif begristi,

Mengajak puisi dini hari,
melucuti cahaya sunyi,

yang bernyanyi sendiri,
pada inti sumbu Mimpi.

Kura-kura

Kuda dan domba,
memburu kura-kura,

Haha pada domba,
hihi pada kuda.

Haha-hihi.
Terdengar ketika malam
jatuh pada gelas anggur

Penunggu terakhir dari bar,
di pantai, di debur yang gugur
pada altar.

Malam dungu,
gincu pada katub bibir itu
tak tersentuh,

Sedang Pesona
yang tak henti menari
tetap saja di sana.


Saifa Abidillah, lahir di Sumenep, 12 Januari 1993. Saat ini menjadi Manajer Program Kutub Institute, sebuah wadah penulis muda, Yogyakarta.

Rujukan:
[1] Disalin dari karya Saifa Abidillah
[2] Pernah tersiar di surat kabar "Pikiran Rakyat" Minggu 15 Januari 2017

0 Response to "Radif Begristi - Kura-kura"