Residu Rindu - Catas Trophe - Insomina | Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara: Puisi, Cerber-Cerbung, Pantun, Cerpen Koran Minggu
Residu Rindu - Catas Trophe - Insomina Reviewed by Kliping Sastra Nusantara on 03:03 Rating: 4,5

Residu Rindu - Catas Trophe - Insomina

Residu Rindu

Jauh sebelum mata rindu
Mendidikku melihat keindahanmu
Kau lebih dulu kekal dalam pandanganku

Jauh sebelum tangan rindu
Menuntun penaku menulis namamu
Kau lebih dulu kekal dalam puisiku

Jauh sebelum bibir rindu
Membimbing suaraku menyebut namamu
Kau lebih dulu kekal dalam laguku

Jauh sebelum kaki rindu
Mengantarkan langkahku ke arahmu
Kau lebih dulu kekal dalam diriku

Jauh sebelum naluri rindu
Mengajariku mendoakan keselamatanmu
Kau lebih dulu kekal dalam cintaku
2016, Kairo

Catas Trophe

Hari keseribu, aku berkaca pada masa lalu
Dan kusaksikan cintaku berkalang kenangan
Senyenyat kuburan, lebih lindap dari hujan

Jadilah batu agar dapat merasakan hidup di luar suara
atau jadilah jagat raya yang menampung segala
suasana
Tapi laut menggeliat, gunung meraung: Cinta bersenan-
dung

Dag dig dug jantungku tartil mengeja keindahanmu
Berdenyut nadiku fasih membaca desir senyummu
Tapi seketika cahaya padam, sinar sirna: Cinta menyala

Semoga kaulah jarum jam yang berdetak di jantungku
Yang tak pernah merasa penat mengulur usia rinduku
Tapi tahu-tahu bayang maut menyeberang: Cinta
dikekalkan
2015, Kairo

Insomina ( I)

Kau tahu apa itu Insomnia?
Semacam cinta yang betah berjaga,
di malam yang paling buta

Bukan semata karena empat cangkir kopi
pelaku insomnia tak menghendaki mimpi
Bukan juga karena tiga bungkus Samsu
pengidap insomnia melek sesuntuk waktu

Kau tahu apa itu Insomnia?
Semacam kangen yang tabah berdoa
agar kelopak mata senantiasa terbuka

Betapa mulia, malam menjadikan kita teguh
Menghadapi kesunyian yang mutlak dan seluruh
Padahal ketika tidur pun cinta tetapgentayangan
Sepertiarwah yang tak lain bernamakenangan

Kau tahu dari mana datangnya insomnia?
Dari kantuk yang tak menemui nasibnya
Di luar mimpiku
kusaksikan kau mimpi aku
2014, Kairo

Insomnia (II)

Untuk: Joko Pinurbo

I
Insomnia terbuat dari mata kopi
Yang menyerahkan tatapannya
Pada mata seorang pecinta

Insomnia telah menjadikanku seorang peronda
agar malam-malammu ada yang hikmat menjaga

Insomnia terbuat dari kelelawar
Yang memasrahkan sayapnya
Pada bahu seorang perindu

Insomnia telah menjadikanku seorang pemulung
Yang memunguti kepingan mimpi di rimba tidurmu

II
Insomnia, selamat istirahat.
Aku akan mengawal malammu dari luar kantukku.
Menjaga kantukmu dari godaan tidur
2016, Kairo


Usman Arrumy adalah penyair dari Demak. Saat ini ia studi Bahasa dan Sastra Arab di Al-Azhar University Kairo. Buku puisi antara lain Jadzab (2012), Mantra Asmara (2014), Surat Dari Bawah Air (2016), Hammuka Daimun (2016). Ia sedang mempersiapkan buku puisi+CD musikalisasi bertajuk Asmaraloka. (92)

Rujukan:
[1] Disalin dari karya Usman Arrumy
[2] Pernah tersiar di surat kabar "Suara Merdeka" Minggu 29 Januari 2017

0 Response to "Residu Rindu - Catas Trophe - Insomina"