Apostolos - Pelajaran Menghitung - Oculus, 2 - Ke Hadapan Rahasia | Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara: Puisi, Cerber, Cerpen Koran Minggu
Apostolos - Pelajaran Menghitung - Oculus, 2 - Ke Hadapan Rahasia Reviewed by Kliping Sastra Nusantara on 01:40 Rating: 4,5

Apostolos - Pelajaran Menghitung - Oculus, 2 - Ke Hadapan Rahasia

Apostolos

        : untuk Subagio

Seharusnya dalam berlayar
Tak perlu mereka memiuhkan ketakutan
Pada lerai angin ataupun musim
Dan mendaraskan Pater Noster atau Mea Culpa

Dengan liat lidah seorang mempelai
Namun fasih menusukkan kelat lembing ke uluhati

"Akankah ada pagi
Di ujung mata ini?"

Telah pecah cahaya langit
Dan ada yang tak kembali dari angin

"Maka berdoalah
Jika doa bisa menceritakan dengan amat hati-hati
Berita yang lain daripada kesepian kepadamu,
Seperti ujung sebuah lagu yang merdu tetapi pilu!"

Sebab tubuh gerimis yang dingin
Sejak subuh dikikis
Kaki malam yang hitam
Dan 99 ganggang ermang
Kolong langit yang gelap
Dan setiap siasat yang menyesak

Ketika batuk menjelma
Ombak yang pecah dalam dada

Telah menyiratkan peperangan
Dan menelurkan kehilangan

"Mungkin pernah didengar di sini,
Laut tempatMu berbagi
Atau hidup atau mati.
Tapi kami menagih janji
Dalam kitab tua ini."

Kemudian riak air yang koyak
Meski dengan rahasia yang tak dinyana
Menangkap sedikit garis cahaya
Dengan putih yang betah

"Maka sebagai kesempatan
Sesungguhnya cinta adalah lebih yang selalu
Dari segala yang kau ucapkan."

Akan tetapi di lunas perahu yang sama
Semenjak Tiberias adalah masa lampau
Dan terus mengalir sebagai samudra
Yang menyentuh langit dari bumi

Dusta adalah cerita yang hidup
Dan tak habis dibagi

"Tetapi cinta kami, Yesua, seluas kehidupan
Bahkan laut bahkan langit."

Demikian kepadaNya mereka kerap berhuja
Setiap kali kematian makin akrab


"Mengapakah cintamu hanya seluas kehidupan?
Maka berdoalah!
Pun jika dalam kesetiaan
Doa bisa menceritakan dengan amat hati-hati
Dosa dan kesedihan kepadamu!"

(2016)

Pelajaran Menghitung 1

Demikianlah ia dengar lagu dari bayang-bayang
Ketika seekor burung mengeciul di senja tenang

"Kutahu peta ini akan etrbaca juga,"
Ia lihat telapak tangannya.
"Tidak dari koran atau cuaca esok lusa."

Sementara tetinggi pohon
Di luar pintu

Tak terjumlah dari sini
Seperti selalu ada yang tak ingin dipilih

Baiklah ia turuti waktu yang menetak
Leher demi leher

Sebagai epnjaga malam

(2016)


Pelajaran Menghitung 2

Dengan senja yang sama
Ia temukan sisa usia

Meskipun tak dipastikannya jauh perjalanan
Dipahaminya betul apa itu perpisahan

Perjumpaan hanyalah perkenalan
Pada hidup dan kehilangan

Seperti pada peron lelah itu
Napas yang dingin adalah menunggu

Sebelum sederet jadwal terlepas
Sebelum kenyataan berkemas

Dan sebuah kereta akhirnya berangkat
Dengan sedikit fonasi

Dan sisa bunyi
Yang pelan-pelan tenggelam

(2016

Oculus, 2

Sepasang cantik yang lahir tanpa upaya
Dan diam dalam matamu, ketika segala

Yang bersahaja dan ebrcahaya
Menyaru mebun dari embung pertama

Serta binar etrakhir sebelum petang menjelma
Gelap dari segala rahasia yang terbuka

Mengingatkan mereka akan barik dan selekeh
Penyusun dinding menara yang tumbuh belaka

Tempat di mana berdoa adalah pekerjaan tanpa batas
Kepada Entah, ekpada yang tanpa arah dan jarak

Maka sesekali mereka menghela napas
Dan mendoakan setiap berhala

Sebab melupakanmu
Sebagai upaya mencintai  tanpa mengingat
Adalah pekerjaan paling sia-sia

Seperti puisi yang selalu gagal
Setiap kali memisahkan masa lalu

(2016)

Ke Hadapan Rahasia

Berikanlah kepada kami, ya Entah
Yang lain dari harapan
Seperti basah hujan
Membasuh tanah yang subur
Sebelum panas memaksa mundur

"Tiada lagi sungai dari hulu
Tiada lagi yang mengalir sejak subuh.
Mungkinkah di dunia
Surga selalu terlambat?"

Sebab ketakutanku ialah waktu
Kian jujur menghitungku

Atau bekerja atau menunggu
Dengan putih uban yang gugur
Dan sisa hitam pada umur

Maka, berikanlah, ya Entah
Sudah pagi hampir siang

Sebelum tiba gelap dari seberang
Dan burung pulang ke sarang

(2015)


Erich Longgobelen lahir 29 Januari 1994 di Lewoleba, Lembata, Nusa Tenggara Timur. Ia bergiat di Komunitas Sastra Teater Tanya Ritapiret dan Komunitas KAHE Maumere. BUkunya yang telah terbit adalah Luna (2015) dan Mausoleum (2016).

Rujukan:
[1] Disalin dari karya Erich Longgobelen
[2] Pernah tersiar di surat kabar "Kompas" Sabtu 18 Februari 2017


0 Response to "Apostolos - Pelajaran Menghitung - Oculus, 2 - Ke Hadapan Rahasia"