Bahasa Kalbu - Ruhbanat - Sayap-Sayap Merpati | Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara: Puisi, Cerber-Cerbung, Pantun, Cerpen Koran Minggu
Bahasa Kalbu - Ruhbanat - Sayap-Sayap Merpati Reviewed by Kliping Sastra Nusantara on 03:34 Rating: 4,5

Bahasa Kalbu - Ruhbanat - Sayap-Sayap Merpati

Bahasa Kalbu

Dalam kelindan kebersamaan sunyi
di antara jarak yang menari
Ruang hati yang tertutup menanti langit
membuka tabir kegelisahan
Mengurai amsal jiwa dengan sejumput rasa,
hilang meninggalkan jejak

Bagai gesekan ritmis dedaunan
mengiring musim kering yang resah
Pada bayangan angin selalu mengempas
berbutir debu di kejauhan
Kayu kepada pohon,
semburat cahaya di balik kelopak pagi

Kalau airmatamu patah
menjadi molekul luka di ruang dada
Jagalah bunga-bunga agar tak layu
sebab sinis menyapa embun
Demikian peta perjalanan cahaya,
menggenang, mengepung bayang reranting mataku

Kebun percobaan, 21 Juni 2015

Ruhbanat

Setiap denyut debu hanyalah kenangan yang merasuk
rohku kembali
Pada jalan setapak, aku selalu menemu arah tak
berjarak
Mungkinkah pepohonan sedang sekarat, hingga
embus bayu enggan merayu

Setiap bebatuan mengabarkan kebisuan, hanya sayat
melodi rindu bergema
Menyelinap di antara butiran pasir yang hening
menebar hasrat
Menyulap lembar labirin sejarah menjadi keping
fatamorgana tak berkesudahan

Suatu senja kita mencari onggokan hati di batas
horizon
Menancapkan kisah sebagaimana aroma melati
menyalakan asmara paling syahdu
Jantungku tak berhenti membiru, diamuk gelombang
romantika silih berganti

Minahasa Utara, 19 Juni 2016

Sayap-Sayap Merpati

Kutulis sebuah sajak:
tentang rima cintaku yang mengalirkan pesona
termaktub secercah mimpi paling indah
di tepi malam gulita
hingga rembulan tersenyum malu,
menampak diri di balik mega

Sajak adalah isyarat perjumpaan waktu,
meski senyap kian syahdu
menanti sabda agung,
mengatup rasa haru sebuah relung rindu
sebab hanya Tuhan
yang berhak menyimpan rahasia di antaramu

Di bawah atap semesta, memadu janji,
memandu jalan harapan
bersama anak-anak jiwa kita yang kian cerdik,
tumbuh menawan
cinta selalu bisa mendekap dua kekasih
dalam musim kemesraan

Minahasa Utara, 6 Oktober 2016


Hasrianti Silondae, lahir di Ranoeya, 1 Oktober 1982. Senang membaca, menulis, berpikir, dan melakukan riset. Puisinya pernah dimuat di Antologi Puisi Penyair Perempuan Mutakhir tahun 2009; Kaos Hitam Cinta (Ko- munitas Sastra Jakarta), Antologi Puisi Nyanyian Mistis Dedaunan, Antologi Puisi 99 Mukadimah, Sayap-sayap Roh, dan Sarabandea (Penerbit Pustaka Puitika).

Rujukan:
[1] Disalin dari karya Hasrianti Silondae
[2] Pernah tersiar di surat kabar "Media Indonesia" Minggu 26 Februari 2017

0 Response to "Bahasa Kalbu - Ruhbanat - Sayap-Sayap Merpati"