Jalan Pulang - Perihal Sunyi - Isyarat Negeri Malam - Doa Seorang Penyair | Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara: Puisi, Cerber, Cerpen Koran Minggu
Jalan Pulang - Perihal Sunyi - Isyarat Negeri Malam - Doa Seorang Penyair Reviewed by Kliping Sastra Nusantara on 01:36 Rating: 4,5

Jalan Pulang - Perihal Sunyi - Isyarat Negeri Malam - Doa Seorang Penyair

Jalan Pulang

Setelah kepergian itu
Kutahu mataharimu tak lagi terbit di hatiku
Ingin kudengarkan kicauan burung-burung di pagimu, tapi selalu ada kabut yang menutupi telinga
Maka, baiklah aku memilih jalan pulang
Sebagai hujan yang jatuh di atap rumah Februari
Ketika itu ada rindu yang menetes, meresap dan mengalir di ingatanku
Pada renjana yang semakin meruncing
Kuasah cinta ini untuk kau
Bila kau terima pulangku
Aku akan menerpamu sebanyak-banyaknya, sederas-derasnya dengan rinai kasih yang kemudian menggenangi seluruh hatimu
Di situ kamu akan mengerti sisi lain dari aku, hujan.

Perihal Sunyi

Tak diinginkan akan selalu datang mengetuk pintu
Dengan napsu sepi
Mengubur kebisingan
Lalu ia berlari dengan seluruh arah menjangkau diri tak untuk kalah

Ia adalah isyarat sunyi yang sedang tidur di dalam sepi
Bilamana waktu akan mengandung
Detik-detik akan menyusui pada putingnya
Dan setiap detakkan adalah waktu yang takkan kembali

Ia adalah sunyi yang akan melahirkan dunia dari segala sudut-sudut imaji
Yang olehnya aku, kau, kita dan mereka akan tinggal serumah sebagai kisah dalam rindu.

Isyarat Negeri Malam

Seorang bocak akan menangis 
Bintang-bintang akan  bercerai dari cahayanya
Dan malam akan terasa pedis
Karena kelamaan menjadi kelam
Orang-orang lupa pulang ke rumahnya
Teringat jauh ke dalam mimpinya

Isyarat  negeri malam adalah pelabuhan yang akan melabuhkan setiap kita ke negeri orang-orang kalah
Menjumpai setiap salah pada wajah-wajah yang lelah
Wajah-wajah yang tak kelihatan.

Doa Seorang Penyair

Kepada karang yang bertakhta dalam puisi
Kepada ombak yang bernyanyi sepanjang syair
Kulambungkan melodi jiwa
Kudendangkan irama rindu

Berilah setitik rahmat tuk melukis jiwa sesuci kata-kata ini
Berilah sebutir kasih tuk mencuci imaji ini
Karena kutahu, dengan berpuisi aku bisa menjelajahi rumahMu
Dengan syair-syair yang terasa lugu, kusanggup memahami mengapa pasir-pasir tak mau tinggalkan lautnya.

Maumere, 2 Januari 2017


DJST yang adalah nama pena dari Jefry Seran Tahuk. Ia adalah anggota komunitas ASAL yang sedang mempersiapkan kelahiran anak sulungnya "Ayat-ayat Sunyi". Untuk mengetahuinya lebih lanjut boleh mengaksesnya pada akun FB "Jef Seran". 

Rujukan:
[1] Disalin dari karya DJST
[2] Dikirim langsung oleh penulis melalui email

0 Response to "Jalan Pulang - Perihal Sunyi - Isyarat Negeri Malam - Doa Seorang Penyair"