Menafsir Ruang - Semenjana Kita - Ode Buat Morrisey | Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara: Puisi, Cerber, Cerpen Koran Minggu
Menafsir Ruang - Semenjana Kita - Ode Buat Morrisey Reviewed by Kliping Sastra Nusantara on 01:54 Rating: 4,5

Menafsir Ruang - Semenjana Kita - Ode Buat Morrisey

Menafsir Ruang

Pada sekelebat detik perjumpaan
ia tak pernah punya cukup sajak,
sejak orang-orang yang ia kasihi
malahan menyesak diri
menanami bilik diri mereka
dengan kekuatan jari-jari kanak
yang ujungnya mudah tersayat; 

Sebuah lanskap ditumpahkan
oleh tabah ombak pesisir selatan
pasir-pasir memecah-daur busa
kehendak laju sekeras luka tumbuh,
bergerak ia berhasrat menguji
seperti kapal-kapal ikan bertolak
menjauh dari jangkauan dada-dermaga.

2016

Semenjana Kita

Dahan patah jumpa bertulah
mata yang kabutnya menekuri
tebing-tebing di mana ratapan
diletakkan sebagai dasar-dasar
pengujian diri, berkali-kali;
potret dahan yang kita pun
tak sampai memaknainya
atas berjibun peristiwa
yang diucapkan semesta,
tinggal tanggallah segala
kehilangan cuma-cuma
kedapatan lupa-lupa

Pohon yang kita tanam
ang kambiumnya terbuat dari
benda-benda kesayangan
makhluk-makhluk kesayangan
nama-nama kesayangan
beserta wujud-wujud perpisahan;
hibuklah kita dalam pengetahuan
yang belum sempat kita miliki

Merayakan batas-batas kita
menerjemah sari-sari kegelisahan
batang-batang ranggas meremaja
tanpa kemuning daun sebelum jauh
gugur,

mengukur ketinggian
mengikis yang padas

2016

Ode Buat Morrisey

Mari masuk mari rasuk
cinta-cintaku, cinta kami
yang terantuk selagi tak
membesuk.

Berbahagialah dalam malam
yang cahayanya dikerek purnama
sebelum tahun-tahun menjadi genap
dan gegap bersekutu dengan para
pemecah kembang api; kami tetap
maju meski disaru tetek-bengek
peradaban.

Berbahagialah dalam silsilah
yang dinyatakan antara kenyataan
dan kepalsuan; sebab parasmu
bukanlah bayang-bayang
pada punggung penahan beban
yang wajah luarnya serupa
pucuk-pucuk gunung es.

Berbahagialah dalam terang
yang pendarnya ditarik-ulurkan
sulur matahari, yang kejatuhannya
menumbuhkan segala yang baik
maupun buruk. berbahagialah
dalam ninabobo para pendahulu
yang barangkali memang
berbuat untuk masa depan;
masa kini buah hasil yang kentara
nama-nama yang melemparkan
asal mula bahasa dari menara;
berbahagialah, bernyanyilah
di samping kami bersama sembilu
syarat rujukan keselamatan.

Mari masuk mari rasuk
cinta-cintaku, cinta kami
yang belajar tak terjebak
dari macam rasa kemaruk.


Ganjar Sudibyo, Seorang lulusan psikologi Undip yang masih setia belajar berpuisi, men erjemahkan, dan menulis esai serta resensi di berbagai media lokal dan nasional. Buku antologi tunggal sepilihan sajaknya yang telah terbit: Pada Suatu Mata, Kita Menulis Cahaya (Epilog: Joko Pinurbo) (2013 & 2015).

Rujukan:
[1] Disalin dari karya Ganjar Sudibyo
[2] Pernah tersiar di surat kabar "Media Indonesia" Minggu 5 Februari 2017

0 Response to "Menafsir Ruang - Semenjana Kita - Ode Buat Morrisey "