Tanah Kandung - Nisan - Opening Pertemuan di Jalan Moncek - Di Makam Kiai Khalil Bangkalan | Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara: Puisi, Cerber-Cerbung, Pantun, Cerpen Koran Minggu
Tanah Kandung - Nisan - Opening Pertemuan di Jalan Moncek - Di Makam Kiai Khalil Bangkalan Reviewed by Kliping Sastra Nusantara on 02:14 Rating: 4,5

Tanah Kandung - Nisan - Opening Pertemuan di Jalan Moncek - Di Makam Kiai Khalil Bangkalan

Tanah Kandung

-Tanodung-

tubuhku bentang ladang
berlerang panjang

nafasku silir-semilir
angin selatan.

dagingku sungai leke
tulangku derai shomber tegnga.

di mana, dewi sri
membangun istana.

dan para petani
berkat bercocok tanam di sana.

rambutku
daun menjuntai
siang-malam.

kakiku lilit akar-
panjang sigap menahan
mengibas gersang
meragut lajur pandang

demi masa yang penuh jebakan
tempat kemarau dan hujan berpelikan
mereguk luka-bahagia dalam kehidupan.

Yogyakarta, 2016


Nisan

malam mengubahku menjadi insan
nisan yang tak pernah bosan melihat
kau
nisan yang merindu kau penuh diam,
penuh tenang.

lihatlah betapa sudah menjadi kekal
cintaku pada kau
sampai kau lupa pada namaku yang
dulu sempat
kau jadikan kalimat penolak petaka.

aku nisan mengharap kau penuh tenang
mencintai kau penuh damai, melihat
tanpa sembunyi
tanpa henti, menanam cinta
mengabadi.

aku nisan, mengutuk diri tanpa 
mengenal mati lagi
dalam mencintai yang bangkit dari sepi
cinta maha diam, cinta maha siang,
cinta maha malam
Yogyakarta, 2016


Opening Pertemuan di Jalan Moncek

Kepada istriku: Nur Ananiyah

aku berjumpa kau
di jalan yang lebih lurus dari masa lalu

senyum kau
menidurkan kenangan

di mata kau
aku menemukan puisi tenang

di wajah kau
puisi menolak larik

setelah itu puisi berhenti
memanggil Tuan.

karna puisi meyakini
ia punya cinta lebih kekal.

melebihi cinta penulisnya
kepada kau.
Cabean, 2016

Di Makam Kiai Khalil Bangkalan

aku mengaji perjalananku sendiri sebelum sampai
pada yang diam, sebelum menerima peluk kekal,

di makammu suasana ramai, lebih ramai dari tempat
kelahiranku yang menyusun tubuh baru

tubuh yang berlainan dengan tubuh yang kubawa
padamu pada malam senin kelahiranku

di sesamping kemenyan sudah lama terbakar
di kuburmu mawar dan melati mencoba menyatu

kupanggil sesuatu yang berhak kupanggil;
nama-nama leluhur dan cinta yang mulai luntur


kupejamkan mata, kukosongkan dada
ternyata dunia hanya tempat merayakan luka

dan tujuan pengembaraanku hanyalah mencari diam
sendirian di bawah nisan tanpa
bayang-bayang.

Bangkalan, 2016


Sengat Ibrahim. Pemangku Adat Literasi & Taman Baca Masyarakat di Lesehan Sastra Kutub Yogyakarta (LSKY). Menulis puisi dan cerita pendek. Tinggal di Pondok Pesantren Mahasiswa Hasyim Asyari Yogyakarta. 

Rujukan:
[1] Disalin dari karya Sengat Ibrahim
[2] Pernah tersiar di surat kabar "Republika" Minggu 26 Februari 2017

0 Response to "Tanah Kandung - Nisan - Opening Pertemuan di Jalan Moncek - Di Makam Kiai Khalil Bangkalan"