Cinta Dari Heracleion - Elegi Pilu - Pada Sebuah Kota | Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara: Puisi, Cerber, Cerpen Koran Minggu
Cinta Dari Heracleion - Elegi Pilu - Pada Sebuah Kota Reviewed by Kliping Sastra Nusantara on 03:14 Rating: 4,5

Cinta Dari Heracleion - Elegi Pilu - Pada Sebuah Kota

Cinta Dari Heracleion 

imana aku pernah menjumpaimu?
di abad lampaukah
pada 1200 tahun silam ketika Heracleion
menggenggam dua nyawa kita yang abadi
sebagai mimpi purba
namun terbengkalai ditinggalkan takdir?

tapi mungkin juga kita bagian dari siluet masa depan
yang akan menjelma keping-keping cerita
tersurat pada seluruh kitab-kitab cinta

atau kita sesungguhnya cuma ilusi belaka?
terus terang aku sempat lupa wajahmu
yang mampir sekilas dalam dua episode mimpi
lima belas tahun lalu

sekian masa aku mengembara
ke segala sudut hingga istana purnama
mencarimu yang melarikan sebelah hidupku
tapi kemudian kuputuskan untuk lupa saja
menitipkannya pada nasib

namun sekonyong kini kau berdiri di sini
tapi semuanya telah berganti
kemudaanmu sirna terpinggirkan waktu
aku nyaris tak lagi mengenalmu

untung saja masih kau kenakan matamu
yang sebagian sinarnya telah menjadi penglihatanku
kini kau lebih matang,
dengan lembar-lembar keperakan
mengilaukan sisi-sisi pelipis
indah.....

cahaya matamu itu penanda
yang tak mungkin kulupa
mata yang mencuri jiwa

aku ingin pulang ke Heracleion, di Alexandria jelita
menenggelamkan lagi cinta kita
di kekekalan laut mediterania
semoga takdir tak membiarkan Franck Goddio
kembali menemukannya

*Heracleion atau Thonis, adalah kota kuno di Mesir dekat Alexandria, yang hilang selama 1200 tahun ditenggelamkan laut Mediterrania. Puing sejarah ini ditemukan oleh arkeolog Perancis Franck Goddio dan tim nya pada Mei 2001.

Elegi Pilu 

Engkau yang pernah menghidupkan kidung-kidung
kini hidup dalam doa-doa
cahaya terang yang tiap pagi muncul di ufuk,
hari ini redup

gerimis menetesi bebatu,
basahnya menyelusup ke akar rerumput
dan masuk jauh ke tanah
bumi basah

Inikah pulang itu?
mengapa meninggalkan lebam yang begitu ngilu?
kepada Yang Maha Kudus
dan kesunyian yang lampus
pergimu, mengiriskan luka terus menerus
nyanyian terakhirmu seminggu lalu
kini diterjemahkan gemawan
sebagai rinai yang ritmis
menjadi elegi pilu.

Pada Sebuah Kota

Bayangan kota yang samar dari tingkap kamar
mengingatkan pada pecahan-pecahan cerita yang
lapuk ditelan zaman
sebuah episode menjelaga
yang sebagian telah luput dari ingatan

kusambang lagi kota yang telah terasa asing ini
untuk sekedar menaut kembali
benang-benang yang putus
biar bisa kutemu jawab
dari kisah yang menyisakan teka-teki
tapi entah harus dimulai dari mana,
karna jejak-jejak pun hilang
entah telah berapa jauh cerita itu
dihanyutkan ombak masa
tiba-tiba saja semuanya tersapu,
bagai tak pernah ada
namun gambar yang hilang
timbul di relung-relung memori
bukti nyata,
kalau ada secercah peristiwa
yang pernah tumpah di kota ini.


Ewith Bahar, lahir di Jakarta, 24 Februari. Sehari-hari bekerja sebagai news and feature di RCTI. ernah menerbitkan antologi puisi Serenada Kalbu(2013), AN: Mars & Venus (2013), dan Kidung Kawidaren (2016). Juga menulis kumpulan cerpen Cinta Tujuh Hari(2013) dan novel Dari Firenze ke Jakarta (2015).


Rujukan:
[1] Disalin dari karya Ewith Bahar
[2] Pernah tersiar di surat kabar "Media Indonesia" Minggu 5 Maret 2017


0 Response to "Cinta Dari Heracleion - Elegi Pilu - Pada Sebuah Kota"