Di Mall - Gokil | Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara: Puisi, Cerber, Cerpen Koran Minggu
Di Mall - Gokil Reviewed by Kliping Sastra Nusantara on 02:35 Rating: 4,5

Di Mall - Gokil

Di Mall

Di keramaian, sang penyair kesepian tiada tara

“Ayo, sunyi, berbunyilah. Gaduhlah, jangan
Hening begini. Aku kesepian.” Ia menyepak sepi
Yang termangu di tengah lalu-lalang orang-orang

Orang-orang berjalan menggandeng sepi yang
Tubuhnya asing yang tangannya menjinjing tas
Berisi benda-benda hampa yang matanya kosong

Di mall musik diputar keras. Musik senyap
Yang paling sunyi ditangkap telinga. Sang penyair
Lalu menyisir seluruh jalan di kepalanya

Di jalan inilah sepi bermula

Setelah lelah mengitari lorong jalanan di
Kepalanya, ia menyimpulkan untuk menanggalkan
Kepalanya dan meninggalkannya di sebuah etalase

Sang penyair berlalu dengan perasaan ringan
Sebuah manekin tanpa kepala tersenyum riang
Mengejeknya

Cimahi, 2016

Gokil

Jika masuk di kamus, tempatnya
Di antara kata gokar dengan gol
Tapi ia tak mau diselipkan sebab
Gokar rumahnya tak beratap dan
Suka belepotan, sementara itu gol
Gemar berisik suka ngajak teriak
Hobi begadang, gemar berantem
Di luar keranjang gawang. Ia tak
                Suka dua-duanya

    Diam-diam ia mangkir ketika
Seorang ahli bahasa mengajaknya
Berumah di halaman 456. Rumah
Yang bukan kampung halamannya
Rumah baik dan benar yang semua
    Penghuninya waras, lurus, baku
        Dan kaku

Gokil kawan jancuk yang rumahnya
Di Jawa Timur. Gokil temannya asu
Di Jogja. Dan ia punya kembaran
Namanya edan, punya sepupu frasa
 Luar biasa yang sering disebut oleh
Thukul Arwana. Gokil dilahirkan di
            Jakarte, tempat elu dan gue
                        Dibesarkan

Pertanyaannya, di mana alamatnya?

                        Gokil ada di mana-mana
Ia berdandan ala ABG, kalimatnya
Heboh, gesturnya seru, mulutnya
Ember, ibunya jempol, bapaknya
Rasa kagum dan penasaran. Kapan
Kapan kuajak kau main bersamanya
Menjabat tangannya yang binal dan
Liar agar bisa mendefinisikan kata
Ngakak dan tersenyum dengan pas
Dalam setiap puisi puisi kita

Cimahi, 2016



Hasta Indriyana, lahir di Gunung Kidul, DI Yogyakarta, 31 Januari 1977. Tuhan, Aku Lupa Menulis Sajak Cinta (2003), Puknik yang Menyenangkan (2014), dan Rahasia Dapur Bahagia (2016) adalah beberapa buku puisinya.



Rujukan:
[1] Disalin dari karya Hasta Indriyana
[2] Pernah tersiar di surat kabar "Kompas" edisi 4 Maret 2017


0 Response to "Di Mall - Gokil"