Guru, Bebaskan Aku dari Kutuk Pengetahuan Itu - Bilangan dan Keberuntungan - Sehabis Pesta Tahun Baru | Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara: Puisi, Cerber, Cerpen Koran Minggu
Guru, Bebaskan Aku dari Kutuk Pengetahuan Itu - Bilangan dan Keberuntungan - Sehabis Pesta Tahun Baru Reviewed by Kliping Sastra Nusantara on 01:27 Rating: 4,5

Guru, Bebaskan Aku dari Kutuk Pengetahuan Itu - Bilangan dan Keberuntungan - Sehabis Pesta Tahun Baru

Guru, Bebaskan Aku dari Kutuk Pengetahuan Itu 

apa lagi yang kau kirim untukku, guru?

telah kunyalakan api agar membakar setiap mantra
agar bisa kulupakan suluk-suluk pengabaran rindu itu

telah kuciptakan gulita di tubir hatiku
agar gagak-gagak riuh berbiak
memanggil gonggong anjing
pun kuseru lolong srigala
biar berisik dalam tidur

telah kubakar peta itu
petunjuk mata angin arah kebun
agar mataku sesat dalam perangkap belukar
agar kaki terperosok dalam liang singa

telah kuabukan segala catatan pengetahuanmu
dan kubiarkan angin menggondolnya sesat di belukar langit
lantas membenamkan pada kubangan paling keruh bertai
agar kau bolehkan aku pergi
bebas dari kutukan sabdamu

bebaskan aku dari kutuk pengetahuanmu,
sungguh pengetahuanmu menjadikanku kuda beban
yang harus memanggul pertanyaan-pertanyaan
yang muskil ditakwil

sudahlah guru, bebaskan aku!
: tapi mengapa masih kau kirimkan surat-surat cinta itu di se
tiap malam!


Bilangan dan Keberuntungan

bilangan adalah nasib. begitu sulit dinujum
serupa lampu-lampu berkedip-kedip bergantian
setiap nyalanya menitipkan kegaduhan tentang
siapa pemenang dan siapa terjungkal dalam kubangan

setiap bilangan serupa sinyal keberuntungan
atau justru nasib apes yang memekik
setiap bilangan bisa terang atau justru gulita
melumpuhkan hasrat mencekung menjelang subuh

keberuntungan adalah bilangan tak pasti bisa dijumlah
acap kali terduduk lesu di depan pintu rumah
saat tengah malam membukakan lorongnya

Sehabis Pesta Tahun Baru

tahun baru saja melintas
apa yang tersisa
: matahari pagi atau justru senja
yang tiba-tiba membuat usai?

:” selamat tahun baru”, bisik kalender
pada sisa waktu yang dikejar usia

: ”selamat tahun baru, sudahkah engkau
jadi kupu-kupu yang tuntas dari tidur kepompongmu?”

ini tahun baru, musim baru
semoga engkau tak diam termangu
ditinggal waktu!


Bermuka-muka Dengan Maut

hujan reda. aku tak ingin berbantah mengapa waktu tak
terusik
oleh kesedihan-kesedihan yang melahirkan air mata
sebab usia tumbuh memanjang menuju keropos

semuanya kembali ke arah kehilangan
ke sebuah pulau teka-teki samar oleh kabut ketakpastian

hujan reda. malaikat berparang menyusup ke pesta
mabuk dan mengajak berjoget semalaman.lantas menikam

nasib pun sembunyi di ketiak sial.

hari habis

semua mengelupas seperti penyu copot dari cangkangnya
segala bahasa cuma igau riuh yang gagal mengikat makna

hujan reda.tapi malaikat berparang itu telah tiba
aku dan engkau cuma cacing terjepit kerikil

sisa yang lunglai!



Tjahjono Widarmanto, Penyair tinggal di Ngawi. Buku puisinya 'Percakapan Tentang Tan dan Riwayat Kuldi Para Pemuja Sajak', merupakan salah satu pemenang Buku Puisi 2016  


Rujukan:
[1] Disalin dari karya Tjahjono Widarmanto
[2]Pernah tersiar di surat kabar "Kedaulatan Rakyat" Minggu 26 Maret 2017

0 Response to "Guru, Bebaskan Aku dari Kutuk Pengetahuan Itu - Bilangan dan Keberuntungan - Sehabis Pesta Tahun Baru"