Lelaki Air Mata - Mantra Pejabat - Hujan dari Matamu | Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara: Puisi, Cerber, Cerpen Koran Minggu
Lelaki Air Mata - Mantra Pejabat - Hujan dari Matamu Reviewed by Kliping Sastra Nusantara on 03:02 Rating: 4,5

Lelaki Air Mata - Mantra Pejabat - Hujan dari Matamu

Lelaki Air Mata 

sesungguhnya aku ingin menjadi air mata
menuai bersama cerita, sementara langit
masih menanak
hujan untuk mandi
buru-buru sekali malam berjungkit

sebelum bukit menjadi sakit
adakah nanti sekisar waktu
aku menjadi air mata

di ujung jalan
malam perlahan
menghitung musim

aku telah menjadi air mata
berlari mengejar cerita
demikianlah

aku menjadi air mata

Medan, 2017

Hujan dari Matamu

sepotong hujan tumpah sebagai pertanda
tenggelam dalam matamu
berkeliaran di pipi
bibirmu meredup

musim retak. bayang- bayang
sekadar jejak
mendiam sebelum beku

hujan dari matamu
semakin bercucur
hari-hari karam
di sebuah makam

hujan dari matamu
membanjiri kenangan
yang tak pulang

Medan, 2017

Mantra Pejabat

aku kerabat
sangat dekat
dengan rakyat

lidah rakyat
mata rakyat
bibir rakyat
wajah rakyat
hidung rakyat
telinga rakyat

aku kerabat
sangat dekat
dengan rakyat

kaki rakyat
tangan rakyat
dada rakyat
hati rakyat

aku kerabat
sangat dekat
dengan rakyat

hidup untuk rakyat
sakit untuk rakyat
mati untuk rakyat

aku kerabat
uang rakyat
untuk obat

Medan, 2017


Ubai Dillah Al Anshori, lahir di Pematang Siantar 13 Juni 1995. Mahasiswa jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP UMSU. Beberapa puisinya juga termaktub dalam antologi Pada Mula Hidup yang Lama (2016), 6,5 SR Luka Pidie Jaya (2017). Bergiat di Forum Komunitas Diskusi Sastra FOKUS UMSU.




Rujukan:
[1] Disalin dari karya Ubai Dillah
[2] Pernah tersiar di surat kabar "Media Indonesia " edisi Minggu 12 Maret 2017









0 Response to "Lelaki Air Mata - Mantra Pejabat - Hujan dari Matamu"