Senja yang Kesekian - Pesan-Pesan - Padamu yang Batu - Perempuan dan Senja - Tentang Kamu dan Kacang Tujin itu - Tentang Kita | Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara: Puisi, Cerber, Cerpen Koran Minggu
Senja yang Kesekian - Pesan-Pesan - Padamu yang Batu - Perempuan dan Senja - Tentang Kamu dan Kacang Tujin itu - Tentang Kita Reviewed by Kliping Sastra Nusantara on 01:40 Rating: 4,5

Senja yang Kesekian - Pesan-Pesan - Padamu yang Batu - Perempuan dan Senja - Tentang Kamu dan Kacang Tujin itu - Tentang Kita

Senja yang Kesekian

Adalah kita
setia melangah di tempat yang sama
Tempat yang katamu menyimpan banyak rindu
Tempat yang kataku penuh duri dan batu
Tempat yang tak bisa kita hapus dari peta ingatan

Tak ada yang peduli, kita abai
Kita tau di depan tak ada jalan datar
Banyak tanjakan dan batu sandungan
Banyak binatang melata di sela dedaunan
Hingga alas kaki yang kita kenakan menipis oleh
waktu
Daki menebal di kulit mukamu
juga rambut kusutku

Hingga senja kesekian
Kita bahkan lupa menandai almanak
Seberapa jauh perjalanan
Pada akhirnya:
Bukan hal mudah bagi kita
Bersikap biasa setelah ada hati yang terluka

Pesan-Pesan

Ini tentang rindu ucapmu
Ini soal waktu, sangkalku lantang nyaris teriak
Matamu nyalang
Dadaku sesak oleh aroma kopi dan asap kretek

Selebihnya, kita tak lelah mendebat rindu
Lewat pesan-pesan di WhatsApp dan medsos
menjengkelkan itu
Lewat gambar dan topeng yang kita kenakan
Penuh senyum dan kepura-puraan
Tak ada yang hendak mengaku duluan
Tidak aku
Tidak kamu
Kita dua mahluk yang sama asingnya
Dalam barisan kata yang kita susun
Pada akhirnya
Kita terperangkap ,kehilangan jejak yang telah
kita tandai

Padamu yang Batu

Batu dan rindu
Penyatuan yang asyik, ceracaumu pada sebuah
waktu
Waktu yang kemudian kita beri lingkaran merah
Sebagai penanda
Bahwa kita dua manusia yang enggan saling
melupakan

Batu dan rindu:
Adalah batu, takdirnya menjadi keras
Dan rindu, ia bisa menjelma apa saja bahkan lewat
bisikan angin
Aku tak memahami keduanya
Hingga keras gelombang menyadarkanku
Ketika kau berlalu,seketika hatiku menjadi batu

Perempuan dan Senja

Ada banyak kisah yang kau ceritakan pada senja
Tentang ketidakpastian dan masa depan
Tentang mimpi yang kau susun dengan rapi
Tentang air mata yang diam-diam kau pelihara
Tentang dia yang tak bisa kau benci, betapapun
inginnya

Ada banyak rahasia yang kau bagi dengan senja
Senja yang katamu bisa di percaya sebagai pen-
dengar yang setia
Senja yang nyaris sama
Senja yang memeluk lukamu dengan sempurna


Tentang Kamu dan Kacang Tujin itu

Suatu masa, kamu terpesona
Pada tiap kelok dan aliran sungai
Pada teriakan anak-anak penjual makanan
Sebagai penanda hari
dan kita harus segera mandi
dan kau berkali-kali mengejekku karena itu

jenis kacang ini hanya ada di sini
ucapku sambil membawa beberapa renteng
pelastik
penuh kacang keras dan pedas
sementara tangan dan mulutku tak henti mengunyah
meski terkesan hati-hati
aku tetap saja ngeri kacang keras itu menusuk
tepat di gigi berlubangku
“gurih dan enak, sepertinya bergizi”
Aku mengangguk setuju tentang pendapatmu
kali ini
Dan pada akhirnya kita akan tertawa entah untuk
apa

Tentang Kita

Andai hidup tak perlu direpotkan dengan urusan
mandi
Oceh ku di pagi buta yang dingin
Kala tampa dosa kau seret aku ke arah sumur tua
Kau tahu, aku benci dengan hal ini
Aku rindu selimut usang membungkus tubuh
kurusku
Dan bantal bau apek yang kita ributkan sebagai
sarang kutu
Ahh Aku selalu enggan meninggalkan mimpi



Elly Dharmawanti, penyair Lampung Barat, karyanya Tumi Mit Kuta juga kumpulan puisi berbahasa Lampung telah dipublikasikan.

Rujukan:
[1] Disalin dari karya Elly Dharmawanti 
[2] Pernah tersiar di surat kabar "Lampung Pos" Minggu 19 Maret 2017

0 Response to "Senja yang Kesekian - Pesan-Pesan - Padamu yang Batu - Perempuan dan Senja - Tentang Kamu dan Kacang Tujin itu - Tentang Kita"