tasbih telur ikan - selenggang halaman rangkiang - lenguh turbin koto panjang - mantra penyubur kebencian - rintih bandul pengayun jantung | Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara: Puisi, Cerber-Cerbung, Pantun, Cerpen Koran Minggu
tasbih telur ikan - selenggang halaman rangkiang - lenguh turbin koto panjang - mantra penyubur kebencian - rintih bandul pengayun jantung Reviewed by Kliping Sastra Nusantara on 02:39 Rating: 4,5

tasbih telur ikan - selenggang halaman rangkiang - lenguh turbin koto panjang - mantra penyubur kebencian - rintih bandul pengayun jantung

tasbih telur ikan

ribuan telur ikan dalam gulai
tidak sempat membelah dan terurai 
badan justru berenang di gelegak santan 
berseluncuran ke lorong rahang 
menjadi ikan sesungguhnya 
batal diremuk tangan koki 

mereka lebih dulu sampai 
puncak hakikat telah tercapai
menjadi ikan pun akhir akan begini
melewati luka tanpa perih
tanpa sedih
sesak disungkup jala
tubuh dicabik tombak
daging menyerpih
atau mulut rengkah dikoyak kail
tiada mengapa

mereka tidak tunduk pada duka
dengan mata jaga-menyala
mereka kuasa mengarungi
airmata jagat raya

2017

selenggang halaman rangkiang

lenggang memanjang memancing rangkiang
ada rengek anak pipit menyobek kulit upih
aroma tinja anak gacik tersangkut di pangkal hidung

mengapa pulang tengah hari, tuanku?
seolah ibu tegak pinggang di halaman
padahal itu derit gagang pintu dingin
kesiur daun puding hitam
mengusap dinding kandang padati
denting genta masa lalu
mendulang air talqin
pada kulak mendiang inang

aku terduduk di batu tapak berlumut
mengukur lengang
dan barisan semut rangrang
memanjati tiang rangkiang

2017

lenguh turbin koto panjang

kepalaku berderak-derak dipilin waktu
kadang melenguh mirip turbin koto panjang
sesekali seperti ada limbubu
menampar mengguncang
bunga-bunga api bepercikan pada simpul
kabel raksasa yang sangar

melawan ingatan kehilangan
tanah
rumah
sekolah
bagai menindik kepala dengan bara baja

melewati hidup tanpa sejarah
alangkah jengah
segerah udara bangkinang
memadati ratap
ibu
ibu
mendapati sawah-ladang
telah melunau ke lambung
danau buatan orang garang

2017

mantra penyubur kebencian

ada tebu ada rebung
tumbuh berdua dalam badan
ada teluh ada gayung
di kancah rahasia aku semedikan
urat tebu tanam di bibir
rebung mengakari daging jantung

wahai mulutku
manislah ketika berucap
duhai jantungku
tetaplah berkudis dan berkurap

2017

rintih bandul pengayun jantung

gantungan kunci berukir kenangan
berayun-ayun
membuai bandul jantungku
melantun ke kiri
melenggang ke kanan
sepanjang detik
meregang
merintihkan demam
rindu dendam

dengan ini aku ingin membuka
pintumu, wahai engkau
dalam darah berdiam

2017



Zelfeni Wimra lahir di Sungai Naniang. Luak Limopuluh Koto, Sumatera Barat, 5 Oktober 1979. Berkhidmat sebagai dosen di Fakultas Syariah IAIN Imam Bonjol Padang. Buku puisinya bertajuk Air Tulang Ibu (2013).



Rujukan:
[1] Disalin dari karya Zelfeni Wimra
[2] Pernah tersiar di surat kabar "Kompas" edisi 4 Maret 2017



0 Response to "tasbih telur ikan - selenggang halaman rangkiang - lenguh turbin koto panjang - mantra penyubur kebencian - rintih bandul pengayun jantung"