Himne Bagi Hutan - Serigala Berbulu Kawan | Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara: Puisi, Cerber, Cerpen Koran Minggu
Himne Bagi Hutan - Serigala Berbulu Kawan Reviewed by Kliping Sastra Nusantara on 02:32 Rating: 4,5

Himne Bagi Hutan - Serigala Berbulu Kawan

Himne Bagi Hutan

Taring gergaji mennjerit bising
pohon-pohon berserak telentang
menyerah dilempar ke dalam kapal.

Burung menjulang ke sarang awan
bangkai harimau kehilangan jubah.

Tubuh hutan perlahan meriang
banjir bandang bagai kepalan tangan.

Serigala Berbulu Kawan

Aku ternak di hutan batu zaman
digembalai impian megapolitan

Aku ingin bebas menangis
meneriakkan namamu di tiap gang.

Orang-orang mengepalkan suara
dengan berkilau mata pemangsa.

Jalan telah dikepung kebencian
aku lari bagai hewan buruan.

Aku hanya punya air mata
menjadi gemuruh hujan

mengaburkan serigala berbulu kawan.


Bigmen Pangestu, lahir 1 Oktober 1995, Gunugkidu, Ypgyakarta. Menulis cerpen dan puisi. Saat ini tercatat sebagai mahasiswa Bimbingan Konseling Islam UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta


Rujukan:
[1] Disalin dari karya Bigmen Pangestu
[2] Pernah tersiar di surat kabar "Pikiran Rakyat" Minggu 9 April 2017



0 Response to "Himne Bagi Hutan - Serigala Berbulu Kawan"