Kembang Aprilia - Kembang Heruni - Kembang Lobularia - Dramatik Musik | Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara: Puisi, Cerber, Cerpen Koran Minggu
Kembang Aprilia - Kembang Heruni - Kembang Lobularia - Dramatik Musik Reviewed by Kliping Sastra Nusantara on 02:42 Rating: 4,5

Kembang Aprilia - Kembang Heruni - Kembang Lobularia - Dramatik Musik

Kembang Aprilia

aprilaa, matamu adalah berhala
tempat aku menaruh seluruh puja.

begitulah aprilia, bahasa meminta dituliskan
setelah kita bertemu di luar rencana dan
sebisa mungkin menghindari perpisahan
secara tergesa sambil mencari kalimat mesra
sebelum menulis puisi-puisi romansa.

di sebuah ruang tak berjendela
sedang di luar hujan berjalan lama
tapi gagal menjadi tanda musim bunga.

aprilia, sesekali matamu juga goa
di dalamnya ruhku berdiam bukan sebagai petapa.

begitulah aprilia, aku merasa tersesat
tanpa harus hidup melarat
di tengah-tengah kotamu yang selalu ramai
meski tidak seluruhnya sebagai pasar.

aprilia, kau seperti syiwa
seolah tercipta abai pada doa.
begitulah aprilia, maka berilah aku bahasa
agar puisi-puisi romansa berhenti memburu dunia.

Yogyakarta, Minggu dini hari, 22 Maret 17

Kembang Heruni

barangkali kau sudah tak mengenal pergi
sehingga begitu perkasa lari dari puisi.

pada awalnya sebuah andai
di depan kedai berkeramik putih pasai
ada seorang nenek berkulit sawo matang
menanam bibit bunga dan ia tak memberi nama.

sebelum pagi begitu lama meninggalkan subuh
sebelum tanaman di pekarangan pada tumbuh.

sebelum kembang heruni mengenal akar
si nenek secara tiba-tiba meninggal
setelah tiga minggu dari si nenek dikuburkan
pucuk kembang heruni mulai keluar.

tubuhnya hanya satu tak bercabung
daunnya lebih lebat dari daun mawar
warna kembangnya merah segar
beraroma kemenyan yang terbakar.

aku suka menciumnya dini hari
sambil membebaskan puisi dari
roh jahat penguasa negeri partiwi.

seperti puisi ia senang mengajakku berlari
tapi aku sengaja menolak ajakannya kali ini
yakni:

mengajak berlari
berlari sejauh mungkin
meninggalkan puisi.

Yogyakarta, Minggu pagi, 12 Maret 17

Kembang Lobularia

kembang lobularia mekar di sebidang dada
putiknya kemabukan para pujangga
harumnya seluruh wewangian semesta.

bila mata mencoba mencari
fikiran menghardik bahwa ia sebatas ilusi
tapi kembang lobularia meyakinkan diri bukan fiksi.

ia hanya gemar bersembunyi serupa Ilahi
dan kepada janji ia sungguh mengabdikan pertemuan
setelah menyatu bersama kehendak iman.

Yogyakarta, Minggu pagi, 12 Maret 17

Dramatik Musik

pada mulanya adalah suara
menggema mencari mangsa
mengudara serupa doa
mendaging dalam duka.

pada mulanya adalah suara
di dalamnya semesta berbicara
mengenai petaka atau bahagia
merambah masuk ke nganga dada.

pada mulanya adalah suara
serupa bunda membelai belia
menebar, mengetuk telinga
memabukkan hati pujangga.

Yogyakarta, Minggu pagi, 12 Maret 17


Sengat Ibrahim, pemangku adat Literasi & Taman Baca Masyarakat di Lesehan Sastra Kutub Yogyakarta (LSKY). Lahir di Sumenep, 22 Mei 1997. Menulis puisi dan cerita pendek. Sekarang tinggal di Yogyakarta. (44)


Rujukan:
[1] Disalin dari karya Sengat Ibrahim
[2] Pernah tersiar di surat kabar "Suara Merdeka" Minggu 2 April 2017

0 Response to "Kembang Aprilia - Kembang Heruni - Kembang Lobularia - Dramatik Musik"