MilikMu - Sepotong Senyum - Tugas | Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara: Puisi, Cerber-Cerbung, Pantun, Cerpen Koran Minggu
MilikMu - Sepotong Senyum - Tugas Reviewed by Kliping Sastra Nusantara on 01:30 Rating: 4,5

MilikMu - Sepotong Senyum - Tugas

MilikMu

Duh Gusti,
Jauhkan hamba dari keinginan merasa benar
karena kebenaran hanya milik-Mu.

Jauhkan pula hamba dari keinginan untuk menang
jika bukan karena kehendak-Mu.

Hamba juga mohon singkirkanlah keinginan
untuk tampil di depan tanpa perkenan-Mu.

Tak perlulah hamba terlihat dan dilihat orang
kecuali yang terlihat kebaikan dan kebenaran dari
Mu.

Jauhkan pula hamba dari keinginan berbicara kecuali
yang keluar berasal dari kemurnian sifat-sifat-Mu.

Hamba bukan siapa-siapa dan tak punya apa-apa
selain seutuhnya milik-Mu.

(Pedepokan, 2017)


Sepotong Senyum

Ia menoleh bak putri desa
terbungkus warna kota
melontar sepotong senyum murni.

Polos, segar, dan mekar
seperti mawar merah di pagi hari
mengirim getaran berisi pesan dari hati.

Menyentuh mengetuk pintu jiwa
hingga darah muda kembali terasa laki-laki

Sepotong senyum menyimpan tangkai bunga
tumbuh di tiap rongga tubuh dan persendian tulang
penuh birahi.

Bunga harum tercium pikiran
mengirim rasa pada relung hati.

Kata- kata pun terbang melayang lewat angin
menyambung,
menghias hari-hari indah lebih terisi.

Sepotong senyum sederhana itu merangsang jari-jari
tangan
bergerak ingin menyentuh meski hanya lewat puisi.


(Serpong 2017)


Tugas

Bergerak seperti air mengalir
menyuburkan dan menyegarkan.

Menyebar seperti angin
memberi nafas pada tiap sela
dan rongga kehidupan.

Menyala bagai api
membara bercahaya menerangkan.

Diam seperti tanah, nyata, menyemai, merangkul,
memeluk,
bagai kasih seorang ibu yang melahirkan.

Kemudian...

Kembali pulang bersujud,
menyerah, pasrah kepada-Nya tanpa penyesalan.

(Uten S, Serpong 2017) 

Uten Sutendy, budayawan tinggal di Serpong, Kota Tangerang Selatan, yang sangat aktif dan banyak menulis buku berkaitan dengan budaya dan sastra. Ia pernah menulis buku tentang kehidupan masyarakat Badui dengan kearifan lokalnya, juga menulis novel dan puisi. Memiliki kepedulian besar untuk mengembangkan seni, sastra, dan budaya di Tanah Air.



Rujukan:
[1] Disalin dari karya Uten Sutendy
[2] Pernah tersiar di surat kabar "Media Indonesia" Minggu 23 April 2017

0 Response to "MilikMu - Sepotong Senyum - Tugas "