Nyanyian Musim - Pencarian Hanoman - Barangkali Rindu - Malam Perburuan | Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara: Puisi, Cerber-Cerbung, Pantun, Cerpen Koran Minggu
Nyanyian Musim - Pencarian Hanoman - Barangkali Rindu - Malam Perburuan Reviewed by Kliping Sastra Nusantara on 02:00 Rating: 4,5

Nyanyian Musim - Pencarian Hanoman - Barangkali Rindu - Malam Perburuan

Nyanyian Musim

benih tersemai perih dituai
tak terdengar kicau walet kali ini
terbang rendah di tengah hampar padi
nyanyian penghibur nyeri yang menjadi
saat ingat kepul muncul dari bakul nasi
juga rindu para petani yang lagi-lagi
menyiram ladang dengan keringat sendiri

lumbung menyusut lambung mengkerut
tangan gemetaran mencengkeram tanah retak
di ladang kembara ini teguh dicangkuli hari
diri akan menjelma pohon ranggas tinggal jati
terus tegak saat musim tiupkan angin kering berkali
kali
atau belukar yang mati sebelum muson kembali

di halaman kau hitungi lembar demi lembar
daunan gugur disapu putaran waktu
dari balik jendela kutunggui angka-angka
dan doa-doa yang menyertai
berlepasan setiap malam berganti.


Yogyakarta, 2016


Pencarian Hanoman

tak pernah tepat jabar debar dada
seperti sita yang terpanah hatinya
atau rahwana terenggut jiwa untuk seorang wanita

aku kawula yang gagal menafsiri rasa
setidaknya masih kudekap sumpah setia
layaknya kesatria menggenggam cincin sita
untuk membawanya ke ayodya

seperti janji hanoman pada rama
untuk menemukan cinta, telah kuterima titah
pertama
dalam depa waktu harus kutemukan alasan
bentuk pertangungjawaban

dalam perjalanan pulang,
kucari satu kata dalam kitab bahasa
dari halaman ke halaman tanpa huruf penanda
sampai habis seluruh lembar yang ada
dengan segala rupa usaha sebagai manusia,
sebagaimana mestinya hamba.


Yogyakarta, 2016

Barangkali Rindu

kudengar rengek dan tik-tok waktu
setiap gelinding roda berhenti
di warung remang penuh lelaki
kulihat wajah kusut para istri pada gambar-gambar
juga kalimat-kalimat di bak truk kontainer
yang kadang kosong kadang berisi

mungkin rindu tak hanya aku
dan suara yang melulu memanggilmu
suntuk dengan kau di ruang-ruang kosong dadaku

ah, barangkali rindu adalah bocah-bocah
tengadah minta uang sekolah
atau semacam kesah-desah nafas wanita
menanggung hutang dan birahi,
berharap suami yang di jalan berhari-hari
kembali untuk melunasi

dan ada sesuatu yang selalu menerima
membawa diri kembali untuk membuka pintu
setelah berkilo-kilometer harap dan ragu
di situ kutemukan rindu.


Weleri, 2016

Malam Perburuan

dengan segala kemungkinan
tak ada alasan untuk menunggu
bergegas lah satu-satunya pilihan
sebelum aku dijatuhkan

dalam medan perburuan suara berpantulan
diantara pohonan cicit kelelawar kelimpungan
mengelabui kebingungan saat pandang tak lagi awas
membidik ihwal yang jelas

malam ini harus kau temukan goa
tempat kembali juga segala mula
hiruk-pikuk, carut-marut kembara
agar tak lebih dulu dibidik mata pemburu
dan sadar tersambar peluru

waktu selangkah tapi letak dan jarakmsu entah
angin mulai menggulung arah
pertaruhkan kepak tersisa sambil siasati nanar mata
sebelum pagi tiba, sebelum kekal segala ada.

Yogyakarta, 2016

Halim Nur Zaky, asal Kendal, Jawa Tengah. Sekarang menempuh S-1 di Universitas Ahmad Dahlan. Beberapa puisinya dibukukan dalam antologi bersama ORANYE yang bekerja sama dengan LSBO dan MPI. Aktif bergiat di kelompok belajar sastra Jejak Imaji.


Rujukan:
[1] Disalin dari karya Halim Nur Zaky
[2] Pernah tersiar di surat kabar "Media Indonesia" Minggu 23 April 2017

0 Response to "Nyanyian Musim - Pencarian Hanoman - Barangkali Rindu - Malam Perburuan "