Pada Hari Minggu Kuturut Kamu ke Kota | Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara: Puisi, Cerber, Cerpen Koran Minggu
Pada Hari Minggu Kuturut Kamu ke Kota Reviewed by Kliping Sastra Nusantara on 02:56 Rating: 4,5

Pada Hari Minggu Kuturut Kamu ke Kota

Pada sebuah Minggu sore, dua anak manusia.
Kebetulan masih anak manusia, bermain peran
Seperti dalam trilogi sebuah film bertajuk before
Seperti cuitan kalangan elit sebuah media sosial
Seperti juga film musikal yang tayang awal tahun
Negeri La La, planetarium, teropong bintang, jalan
rahasia dan konstelasi. Semesta milik kita dan orang-
orang di kursi belakang. Cikini-Suropati, kehujanan
lalu berteduh di restoran cepat saji, memilih kursi
di tepi jendela, seberang halte Parmasi. Melihat 
titik hujan, namun tak ada pelangi. Matahari tidak
42 derajat, seperti yang kautahu. Lalu berlabuhlah
kita di taman tengah kota. "Mau memberi makan
merpati, seperti di Eropa itu?"

Perpustakaan jalanan, orang-orang yang kukenal
dan suasana yang kaukenal. Pemain-pemain biola,
penyair, anjing besar diajak lari tuannya, dua anjing
yang lebih kecil, yang juga berlari kecil bersama tuannya
menyalak. Lalu gerimis, tidak berhenti. tapi juga
tak kunjung menjadi hujan. Tanah merah basah, kita
duduk di tepinya, membawa pulang sepatu penuh
lumpur.

Rahasia, cinta, hal pelik, hidup-mati, Tuhan,
mabuk, saya, kamu, saya, kamu, saya, kamu
Pada sebuah Minggu sore.
"Rasakan magisnya, ya"

Gajah Mada, Maret 2017


Kelsi Sawitri, mahasiswi ITB, tinggal di Babakanciparay, Bandung.



Rujukan:
[1] Disalin dari karya Kelsi Sawitri
[2] Pernah tersiar di surat kabar "Pikiran Rakyat" Minggu 9 April 2017



0 Response to "Pada Hari Minggu Kuturut Kamu ke Kota"