Sebuah Makam di Tepi Embung - Tak Tergoda Hiruk Pikuk Jalanan - Dari Yogya - Jombang Dari Jombang - Yogya - Malam-Malam Warungbata | Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara: Puisi, Cerber, Cerpen Koran Minggu
Sebuah Makam di Tepi Embung - Tak Tergoda Hiruk Pikuk Jalanan - Dari Yogya - Jombang Dari Jombang - Yogya - Malam-Malam Warungbata Reviewed by Kliping Sastra Nusantara on 03:00 Rating: 4,5

Sebuah Makam di Tepi Embung - Tak Tergoda Hiruk Pikuk Jalanan - Dari Yogya - Jombang Dari Jombang - Yogya - Malam-Malam Warungbata

Puisi-puisi untuk Ahmad Munif

Sebuah Makam di Tepi Embung 

Pohon-pohon mengistirahatkan daun
melepas yang tua, melindungi yang muda
Angin berputar-putar menawarkan kesejukan
pada wajah yang sendu karena ada yang berpisah

Siang tidak terasa sebagai siang karena waktu
melingkar-lingkar, menegaskan cakrawala
mengepung semua, dengan diam-diam
menyisakan bisikan-bisikan pemanggil sunyi.

Ada banyak bayang-bayang di makam itu
ketika tanah ditimbunkan pada sosok diam
langit menunda siul dan lagunya, menunggu
doa panjang digelar di antara debu beterbangan

Air embung mewartakan warna biru hangat
uapnya menyapu langkah para sahabat
berjalan pulang kembali ke rumah sendiri
dengan ngungun, lupa segala petualangan

Ketika hujan menyapu jejak-jejak tua
rumput menggeliatkan janji, bahwa hijau
akan selalu tumbuh, di antara nisan
di antara wilayah Tuhan yang makin lapang.


2017


Tak Tergoda Hiruk Pikuk Jalanan 

Seberapa cepat kau melaju di jalan
Seberapa gumpalan asap mengudara
Seberapa gemuruh bunyi jejak roda
Seberapa letupan mesin yang bergegas
mengasah peta kota dan pedalaman
menjadi potongan jarak dan jangkauan mata
dia tidak tergoda, hanya senyum tipis
atau beberapa potong kata yang lirih
yang memadamkan teriakan liar.

Selalu begitu, setiap hari
mendengar pesawat terbang lewat
kereta lewat, bis besar lewat
motor gede meraung lewat
truk-truk gandeng dan tangki melaju
Ia tersenyum, menghitung biji jagung
sebelum ia sebarkan ke kerumunan merpati.
“Mengapa Cak? Apakah hidup tidak perlu terburu?î
tanyaku padanya suatu hari
“Tak perlu melaju seperti mereka
sebab semua yang berlari di jalan raya
pada hakikatnya tengah melaju ke kubur sendiriî
Wajahku memucat, seperti langit senja itu.


2017


Dari Yogya - Jombang
Dari Jombang - Yogya 

Inilah perjalanan melintasi zaman,
bukan hanya kota demi kota
ribuan jejak peradaban
tergeletak di pinggir jalan
seperti penumpang bis
menunggu saat dijemput
dimasukkan ke dalam dada dan kepala
menjadi penumpang baru
dalam fikiran dan hati kita.
Waktu itu bulan puasa,
obrolan yang berlangsung
tentang masa silam langit
bumi hari ini
kedalaman lautan waktu masa depan.
Kau seperti anak kecil
menemukan mainan baru
sebagai musafir, warung penjual kelapa muda
menyegarkan jiwa, tapi kau tetap memilih senja
khusyuk mendebarkan, tanpa kenakalan berarti.
Aku dan temanku yang keburu meneguk gelas
justru menemukan dahaga demi dahaga
yang tak terumuskan
sampai hari ini.


2017


Malam-Malam Warungbata 

Di dekat kolam renang yang memantulkan mimpi
Kursi-kursi dan meja dipenuh percakapan
Panen rindu, panen harapan, panen cemas dan luka
Mengemas waktu dengan kata-kata rumit

Engkau selalu sederhana, memilih udara dan makna
tersaji dalam hamparan petualangan fikiran bersama
sedang aku terlalu serius, memandang debu saja
sebagai sejarah yang perlu dicatat dan ditandai

Temanku terlalu nakal, selalu menggoda
mematahkan ranting-ranting logika
seenaknya. Yang lain mengaduk-aduk zaman
dengan pengalaman yang meliuk bagai keris jiwa.

Apa pun hasil dan prosesnya, malam-malam itu
kau pulang memboncengkan aku, masih bersemangat
bercerita bahwa setiap pertandingan tinju di televisi
selalu kau tonton. Aku heran, tubuh kurus dan kau
bukan cowboy dari negeri mana saja.


2017


*) Mustofa W Hasyim, tinggal di Yogyakarta, beberapa waktu
lalu menerbitkan kumpulan puisi humor berjudul Lengeda
Asal Usul Ketawa.. 


Rujukan:
[1] Disalin dari karya Mustofa W Hasyim

[2]Pernah tersiar di surat kabar "Kedaulatan Rakyat" Minggu 9 April 2017

0 Response to "Sebuah Makam di Tepi Embung - Tak Tergoda Hiruk Pikuk Jalanan - Dari Yogya - Jombang Dari Jombang - Yogya - Malam-Malam Warungbata "