Aku, Rumi, dan Kahlil Gibran - Aku Ingin Pulang, Mak - Aku Ingin Berhenti - Ada yang Hilang Di Tali Jemuranmu | Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara: Puisi, Cerber, Cerpen Koran Minggu
Aku, Rumi, dan Kahlil Gibran - Aku Ingin Pulang, Mak - Aku Ingin Berhenti - Ada yang Hilang Di Tali Jemuranmu Reviewed by Kliping Sastra Nusantara on 02:00 Rating: 4,5

Aku, Rumi, dan Kahlil Gibran - Aku Ingin Pulang, Mak - Aku Ingin Berhenti - Ada yang Hilang Di Tali Jemuranmu

Aku, Rumi, dan Kahlil Gibran

Saksikan. Sekarang, aku bingung akan
menulis apa. Kuambil rokok yang tak
bermerek di meja temanku yang ingin
menjadi penyair. Temanku ini tak tahu
atau memang purapura tak tahu bila masa
depan penyair suram. Kenapa tidak ingin
menjadi pedagang saja. Kan, pedagang
banyak keuntungannya. Atau jadi dokter
walau mahal setidaknya bisa membahagiakan
orangtua dan masyarakat di desanya.
Saksikan. Lalu, aku juga ingin menjadi
penyair. Menurut banyak orang, setidaknya
menurut saudaraku yang meninggalkan
pesan rindu padaku. Bahwa penyair memang
tidak menjamin materi namun penyair
membawa sabda yang tak akan ada habishabisnya.
Saksikan. Lalu dan sekarang, kita lihat
bersama bagaimana Rumi dan Kahlil Gibran
menggema di hati para mudamudi yang
sendu. Yang kerap berteriak di kolongkolong
kesedihan.

Kutub, 2017

Aku Ingin Pulang, Mak

Aku ingin pulang, Mak.
Memungut sampahsampah yang menjadi abu.
Aku ingin pulang, Mak.
Mengipas wajahmu yang terbakar api.
Aku ingin pulang, Mak.
Mengangkat kasurmu dari rongsokan rumah
yang rata dengan bumi.
Aku ingin pulang, Mak.

Radio Buku, 2017


Aku Ingin Berhenti

aku ingin berhenti mengukir namamu di
selembar putih hatiku.
atau tidak akan mencetak nama kita
di pagina
undangan pernikahan nanti.
aku ingin berhenti mengingat wajahmu
saat terjaga, setengah jaga, dan tiada.
atau melukis wajahmu
berulangulang di atas air
yang tercemar oleh bekas bibirmu.


Radio Buku, 2017

Ada yang Hilang Di Tali Jemuranmu

setelah nyaring gegirangan
kau sepi menyepi
di atas gading
merongrong goronggorong
yang penuh garong
yang penuh sumpah serapah
ada yang hilang di tali jemuranmu
tali menali yang berkelindan di kuncup
merah bibir
ada yang hilang di tali jemuranmu
saat kau lelah melihat tumpukan
pakaian kotor
yang kau endapkan di sudut joglo
ada yang hilang di tali jemuranmu
jemuran yang menjadi api orangorang lapar
ada yang hilang di tali jemuranmu

Kutub, 2017

Safar Banggai, lahir di Pulau Paisubebe, Banggai Laut, Sulawesi Tengah. Ia pegiat Lesehan Sastra Kutub Yogyakarta. Selalu menulis sajak-sajak.


Rujukan:
[1] Disalin dari karya Safar Banggai
[2] Pernah tersiar di surat kabar "Media Indonesia" Minggu 28 Mei 2017

0 Response to "Aku, Rumi, dan Kahlil Gibran - Aku Ingin Pulang, Mak - Aku Ingin Berhenti - Ada yang Hilang Di Tali Jemuranmu"