Biarkan Aku Begini Saja - Debu - Lelaki Berjanggut - Lolongan Anjing - Penjaga Bumi | Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara: Puisi, Cerber, Cerpen Koran Minggu
Biarkan Aku Begini Saja - Debu - Lelaki Berjanggut - Lolongan Anjing - Penjaga Bumi Reviewed by Kliping Sastra Nusantara on 03:00 Rating: 4,5

Biarkan Aku Begini Saja - Debu - Lelaki Berjanggut - Lolongan Anjing - Penjaga Bumi

Biarkan Aku Begini Saja

aku bukan batara guru. tanganku
cuma dua. tolong jangan terus mengetuki
pintuku. biarkan sebagaimana aku
membiarkanmu melenggang menyusuri

jalanmu. biarkan aku begini saja
menempuh jalan sunyi mencermati
segala hingga masuk ke jantungnya
hingga mereka tidak bersalin. tetapi

mendedahkan diri sebagaimana adanya
hingga melahirkan kata-kata berseri
membentuk baris dan bait. menggambarkan
mereka tanpa secuil pun memberi

riasan. mungkin benar yang kau ucapkan
mustahil tangis jadi nyanyi oleh kata-kata
mustahil luka jadi bunga oleh kata-kata
mustahil batu jadi roti oleh kata-kata

tapi juga mustahil hidup di luar kata-kata
hanya saja rabu siapa pun akan membusuk
kalaulah udara seperti kini kita rasakan
hari ke hari makin penuh kata-kata berdebu

hanya kata-kata yang telah diupam
hanya baris-baris dan bait-bait berseri
yang mungkin menjadikan hidup cerlang
terbang membubung meraih mimpi

VIBA-2017

Debu

aku tak punya apa pun
aku bukan apa pun
aku hanya debu

patutlah jika engkau
menepisku dan buru-buru
menutup jendela dan pintu

tapi sungguh si debu ini
tak tahu diri. ia tak henti
bersekutu dengan angin

terus berkisar sekitar rumahmu
terus menguntit langkah-langkahmu
terus memburu rambut dan rabumu

VIBA-2017

Lelaki Berjanggut

dan Berkumis Putih
ìkisah cinta ialah kisah saling menyingkap misteri,
bukan malah menebar misteri demi rasa dicintai.
tak perlu cemas gairah, kangen dan debar hilang
karena sampai kiamat pun misteri tak akan sirna,î
gumam seorang lelaki berjanggut dan berkumis
putih menembus lebat sunyi dini hari batu lingga.

perempuan dan lelaki yang pelupuknya baru akan
terkatup di tempat rehat terakhir sebelum puncak
gunung ciremai itu sontak serempak punggungnya
bangkit dari pohon dan batu sandaran. sontak pula
mereka saling menatap. kemudian beralih sama
pandang keduanya ke sudut yang lebih terang dari
tempat mereka duduk. mereka terjelengar pasi.
lelaki yang tiba-tiba bergumam itu tak ada lagi.

VIBA-2017

Lolongan Anjing

semalaman dicekik kangen dan gelisah
dada berasa diinjak-injak gajah. dan retina
berasa terus dirobek-robek kelebatan
bayangmu. dan hujan deras membuat malam

merayap serupa truk gandengan tua penuh
muatan saat menempuh tanjakan. aku pun
terpuruk remuk. aku pun hanya mampu
melolong bagai anjing diterjang batu-batu

VIBA-2017

Penjaga Bumi

gunung tidak pernah pergi
terus semadi menjaga bumi

VIBA-2017


- Hikmat Gumelar tinggal di Cileunyi, Kabupaten Bandung. Selain menulis puisi, dia juga menulis cerpen, esai, dan drama, serta mengelola Institut Nalar Jatinangor.

Rujukan:
[1] Disalin dari karya Hikmat Gumelar
[2] Pernah tersiar di surat kabar "Suara Merdeka" edisi Minggu 21 Mei 2017

0 Response to "Biarkan Aku Begini Saja - Debu - Lelaki Berjanggut - Lolongan Anjing - Penjaga Bumi"