Di Kebun Binatang - Membaca Kartini - Di Pameran Lukisan | Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara: Puisi, Cerber-Cerbung, Pantun, Cerpen Koran Minggu
Di Kebun Binatang - Membaca Kartini - Di Pameran Lukisan Reviewed by Kliping Sastra Nusantara on 05:30 Rating: 4,5

Di Kebun Binatang - Membaca Kartini - Di Pameran Lukisan

Di Kebun Binatang

Di kebun binatang, para hewan
menunggu dengan kesepian,
bertahan untuk tidak lari,
mereka seperti penjahat, terpenjara.
Kura-kura berlumut seperti rumput laut
tumbuh di tempurungnya,
leher panjangnya muncul,
kura-kura itu berenang dengan bebas
tapi tidak sebebas saat mereka di laut.
Aku gembira, tapi para binatang
tak seperti perasaanku, gembira.
Mereka hanya menatap para pengunjung
yang melihat para tawanan berwajah sedih
meninggalkan keluarga dan
kuda nil kesepian di sebuah ruang tunggu.
Aku tidak tahu mereka hidup nyaman
atau tidak, aku juga tidak tahu mengapa
para manusia menangkap dan mengurung
mereka hanya untuk kesenangan.

2017

Membaca Kartini

Amplop berperangko Jepara
dikirim ke meja kerja seorang
perempuan Belanda, tentang perempuan
yang terkurung di rumah, anak-anak
dipaksa menikah, juga Belanda yang
menjajah kota ukiran. Kotak berukir
dikirim pada ratu negeri penjajah.
Perempuan Belanda menerbitkan
surat-surat. Kartini menjadi cerita
di mulut orang-orang Belanda.
Tapi jauh di kota asalnya, ia dipaksa
Menikah. Tak ada sekolah seperti
yang diimpikan, hanya jadi istri
bupati. Ia hampir duduk manis saja
menunggu tamu-tamu, menulis
surat-surat, kadang menuang ilmu
pada anak-anak perempuan
hingga ia mengeluh sakit
dan meninggalkan anak laki-lakinya.
Tapi mengapa hanya Kartini saja
yang dikenang dalam sebuah lagu indah?

2017


Di Pameran Lukisan

Lelaki bernama Hasan Gauk
membacakan puisiku.
Bagera keluar dari mulutnya
dan berjalan di hutan yang indah.
Kulitnya, langit dipenuhi bintang
berwarna biru. Gajah penyelamat
penghuni hutan, diburu manusia.
Seorang anak menyelamatkan gajah
dengan balon warna-warni di dalam mimpi
rumput putih dari gading gajah.
Tiba-tiba, aku terjatuh ke dalam laut
berenang disusul paus yang baik.
Ia bercerita tentang sahabatnya
tertangkap perahu kertas yang memiliki
jala seperti jaring laba-laba, juga tentang
hiu malang yang divideokan.
Anak perempuan berjilbab
yang tak kenal haram memegang
tangan anjing, sahabatnya.
Oh tidak, saat aku kembali ke hutan
Bagera sudah terbakar mawar api!
Berhentilah menyakiti penghuni hutan.

2017 

Abinaya Ghina Jamela, lahir di Padang, Sumatra Barat, 11 Oktober 2009. Ia menulis puisi dan cerpen. Resep Membuat Jagat Raya (2017) merupakan buku kumpulan puisi pertamanya yang diterbitkan Kabarita. Saat ini ia menetap dan bersekolah di Kota Yogyakarta.


Rujukan:
[1] Disalin dari karya Abinaya Ghina Jamela
[2] Pernah tersiar di surat kabar "Media Indonesia" Minggu 14 Mei 2017

0 Response to "Di Kebun Binatang - Membaca Kartini - Di Pameran Lukisan"