Malam - Gadis Kecil dan Paus Bertanduk - Pergi Berkemah - Buku Alamat - Warna - Daftar Warna di Sekitar Kita | Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara: Puisi, Cerber-Cerbung, Pantun, Cerpen Koran Minggu
Malam - Gadis Kecil dan Paus Bertanduk - Pergi Berkemah - Buku Alamat - Warna - Daftar Warna di Sekitar Kita Reviewed by Kliping Sastra Nusantara on 01:30 Rating: 4,5

Malam - Gadis Kecil dan Paus Bertanduk - Pergi Berkemah - Buku Alamat - Warna - Daftar Warna di Sekitar Kita

Malam

- untuk Ibu

Seperti ini aku akan mengingat malam:

Ayahku terbang setelah gelap
dengan deru besi seperi derap
dan ia belum akan pulang
sampai aku pergi nanti.

Kata ibuku:
Kehilangan adalah jarak
yang terlalu jauh.

---

Adikku takut pada bayangannya, maka kami menginggalkannya
di luar.

Tapi menjelang tidur, bayangan itu kesepian
dan meraih jendela -

            Tok Tok. Tok.

Di bawah selimut, kami bersembunyi.
"Apa dia akan mengambilku?" tanya adikku.

         Tok. Tok. Tok.

"Tidak."

"Apakah ia akan menciumku?"

           Tok. Tok. Tok.

"Ia akan menciummu."

---

Tidur, Ibu.

Malam sudah menyimpan yang ingin
kita lupakan. Juga rahasia
yang melahirkan kita.

21:17
13.12.2016



Gravitasi

Hari ini kita akan berjalan dan menjelma gema
badai pasir -

Seorang lelaki menyentuhkan ujung jarinya
ke tanah yang memanggil namanya dan mengingatkan ia
tentang asal dan takdirnya. Sesudah itu,
ia akan tinggal.

Tapi kita akan terus berjalan.

16:29
10.02.2017


Gadis Kecil dan Paus Bertanduk

- untuk Pita

Di batas laut yang selalu pergi, gadis kecil dan paus bertanduk itu
diam mengapung. Sulit mengucapkan selamat tinggal.

Seperti pendulum bulan mengayun pelan di atas air,
hingga pagi membasuh semua jadi biru dan gadis itu
tahu:

pelan ia matikan lampu dan memasukkan
paus bertanduk itu ke dalam tas sekolah.

00:14
12.12.2016


Pergi Berkemah

Syahadat Para Pekemah:

Orang dewasa mengirim kami pergi berkemah agar selamanya kami
kembali mencicipi darah kami sendiri.

Yang Harus Dipersiapkan:

- buku panduan
- kompas
- pita merah muda
- burung hantu
- tenda
- hutan
- senter
- pisau lipat 
- orang-orang suci, siapa pun
- plester luka
- padang rumput
- remah roti
- lencana-lencana penghargaan
- sidik jari 
- sungai 
- sebongkah batu besar
- kayu bakar
- ursa mayor, ursa minor
- lagu pengantar tidur

Jika Tersesat:

Seperti Hansel dan Gretel, taburkanlah remah roti di sepanjang jalan
agar gagak-gagak yang mengikutimu mematukinya, bukan ubun-
ubunmu. Kalungkan rubah pada lehermu, cerpelai di lenganmu,
untuk mengusir hantu-hantu hutan yang mengincar lencana-
lencanamu. Berdoalah sebelum mendirikan kemah agar orang-orang
suci menjagamu dari godaan gelak tawa (kamu akan mati jika tak
kuat menahan tawa) yang sering tiba-tiba datang. Entah dari mana.

Tapi jika malam tiba dan kamu melihat cahaya dari sebuah lubang di 
dalam tanah, mendekatlah. Ulurkan tanganmu, dan katakan,
               "Ibu, aku pulang."

Jika Jatuh ke Sungai:

Seharusnya kamu tidak lupa mengikatkan pita merah muda ke kaki
burung hantu agar jika jatuh ke sungai burung itu bisa
menyelamatkanmu.

Tapi jika lupa, lakukan dua hal ini: nyanyikanlah lagu pengantar
tidur, lalu matilah dengan tenang

Jika Terbawa Puting Beliung:

Gadis kecil dan puting beliung bukan padanan yang pas. Tapi jika
suatu ketika hal itu terjadi di depan matamu, perhatikan beberapa hal
penting ini:

- apakah kaus kakinya berwarna merah?
- apakah tangannya terulur seperti hendak menangkap kupu-kupu?
- apakah ujung jarinya terluka?
- di pinggangnya, terikat senter, pisau lipat, atau boneka kardus??

Duduklah di atas batu dan buat catatan dari hal-hal di atas.

Ketika puting beliung menggulungnya (seperti ibu mengaduk adonan
roti) makin lama makin tinggi, hingga gadis kecil itu tinggal sebuah 
titik di antara gerumbul awan hitam, lambaikan anganmu, dan
ucapkan,
                 "Jadilah anak yang berguna."

Jika Bertemu Beruang:

Beruang menginginkan isi perutmu.  Larilah menyelamatkan diri ke
utara dengan ursa mayor atau ursa minor.

Tapi jika tak bisa lari cepat, ingat baik-baik bahwa:
panjang usus dua belas jari bukanlah dua belas jari.

                  - dari "Owl Scout: Lost in Wood", Todd Baxter

01:11
09.04.2017


Buku Alamat

Di Rue des Martyrs, ia menemukan buku alamat itu tergeletak di
bawah tiang lampu - sedikit basah, sedikit koyak. Di dalamnya abjad
dan orang-orang berbaris teratur:

A - Astronot-astronot yang lupa cara tersenyum.
B - Berandal-berandal yang baru belajar berbohong.
C - Calon pengantin yang urung menikah ketika hujan meteor.
D - para Dermawan yang biasa membagikan nasihat gratis di gereja
Dan seterusnya. Dan seterusnya.

Alamatnya? Pertanyaan lucu.

Mereka tinggal dalam buku itu.

                            - dari "The Address Book, Sophie Calle

01: 06
30.12.2016


Perpustakaan

Di kartu anggota hanya ada kolom:
- judul buku 
- tanggal pinjam
- tanggal kembali

Aku harus segera menemukan buku yang membuatku hilang.

14:22
24.10.2016


Daftar Warna di Sekitar Kita

(dalam urutan abjad)

Warna Air
Warna Angin
Warna Asap
Warna Batas
Warna Buih
Warna Bulan
Warna Celah
Warna Cinta
Warna Daun
Warna Debu
Warna Desir
Warna Endapan
Warna Esok
Warna Fatamorgana
Warna Gurun
Warna Hari
Warna Hati
Warna Hujan
Warna Iman
Warna Jelaga
Warna Jurang
Warna Kaki
Warna Kayu
Warna Laut
Warna Lebam
Warna Luka
Warna Malam
Warna Muka
Warna Obat
Warna Padang
Warna Pagi
Warna Pelangi
Warna Pohon
Warna Racun
Warna Rasa 
Warna Ruang
Warna Sabana
Warna Sayap
Warna Sungai
Warna Terminal
Warna Tuhan
Warna Usia
Warna Waktu


01:40
19.04.2017


Avianti Armand penulis, antara lain, kumpulan puisi Perempuan yang Dihapus Namanya (2010) dan Buku Tentang Ruang (2016).




Rujukan:
[1] Disalin dari karya Avianti Armand
[2] Pernah tersiar di surat kabar "Kompas" edisi Sabtu 6 Mei 2017 

0 Response to "Malam - Gadis Kecil dan Paus Bertanduk - Pergi Berkemah - Buku Alamat - Warna - Daftar Warna di Sekitar Kita"