Ta’aruf - Kukabura - Bunga Sakura atau Salju Berwarna | Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara: Puisi, Cerber, Cerpen Koran Minggu
Ta’aruf - Kukabura - Bunga Sakura atau Salju Berwarna Reviewed by Kliping Sastra Nusantara on 04:30 Rating: 4,5

Ta’aruf - Kukabura - Bunga Sakura atau Salju Berwarna

Ta’aruf

1.
“mari lari. angin kejar air atau
air yang kejar angin?”

“biarkan ia berkenalan dulu,” cegahmu
“baiklah, angin jadi jarum panjangnya
dan air jadi jarum pendeknya,” usulku

2.
aku angin yang ingin jadi nafasmu
kau air yang coba mengalir jadi minumku

3.
“telah sampai mana kau jelajahi udara?”
tanyaku
“telah sampai mana kau selami samudra?”
balasmu

4.
“kau ingin lari atau berhenti?” tanyamu
“aku ingin sepi dan berpuisi,” jawabku

5.
“kita berkenalan saat jelma air dan angin
serta masih asing masing-masing,” kataku
“memangnya kenapa dengan semua itu?”
sahutmu

6.
“kenapa air tak diciptakan menjadi angin?”
tanyaku
“lalu kenapa angin tidak diciptakan jadi air?”
jawabmu

7.
angin ingin perlihatkan dirinya pada air
namun ia terlalu tiup dan ikhlas

sedang air selalu ingin didekap angin
saat ia jatuhkan diri dari awan

namun ia terlalu hidup dan tulus

28/02/16

Kukabura

aku pernah punya hewan peliharaan
ia selalu datang sehabis jingga muncul
setelah teriakan kapal bergema
aku merawatnya dengan baik
setiap hari sabtu aku pura-pura lupa waktu
dan biarkan menyala dirinya hingga bertemu
ufuk matamu dan ufuk rasaku

aku namai ia kukabura dan aku berpura
tahu di sisi sayapnya ada ribuan bulan duduk
menangkap beberapa jatuh cahaya
satu-persatu aku susun gantikan bulu
rontok dari sayapmu dan biarkan ia terbang
bersama malam hingga selalu ufuk rasaku
berjumpa ufuk rabamu.

07/03/16


Bunga Sakura atau Salju Berwarna

—kepada Baiq Yasmin Ahda Sabila

dalam perjalanan pulang
kutemukan huruf-huruf
jatuh entah dari barang bawaan siapa
aku segera memungutnya

saat sampai di rumah aku dapati huruf-huruf
itu
telah menyatu membentuk kalimat seperti
ini:

“aku sinar yang sirna
aku pasir dengan petir
aku bangau tepi danau
waktu tenggelam matahari

aku kaki berlari
aku api dari katup mimpi
juga mata melihat arah fana
waktu roh terbasuh subuh”

lantas kata-kata terpisah
berpendar

kau jika lihat tidak akan suka lagi
mengejar kupu-kupu
tidak akan tenang lagi
melihat bintang-bintang

ingin sekali kau jelma kata-kata berjatuhan
seperti bunga sakura atau salju berwarna

agar utuh dalam rumah dengan pintu-pintu
akan tertutup ketika hendak diketuk tuhan

29/02/16

M Allan Hanafi , lahir di Ampenan, Lombok, 29 Februari 1996. Ia telah menerbitkan beberapa buku puisi secara independen. Dia bergiat di Komunitas Akar Pohon Mataram, Nusa Tenggara Barat.




Rujukan:
[1] Disalin dari karya M Allan Hanafi
[2] Pernah tersiar di surat kabar "Media Indonesia" Minggu 14 Mei 2017

0 Response to "Ta’aruf - Kukabura - Bunga Sakura atau Salju Berwarna"