Lepaskan - Fatamorgana Sagu, 1 - Telukbelitung, Memoriam | Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara: Puisi, Cerber, Cerpen Koran Minggu
Lepaskan - Fatamorgana Sagu, 1 - Telukbelitung, Memoriam Reviewed by Kliping Sastra Nusantara on 02:24 Rating: 4,5

Lepaskan - Fatamorgana Sagu, 1 - Telukbelitung, Memoriam

Fatamorgana Sagu, 1

dalam tubuhku sagu menggiring. 
menjalar akar tunjang ke daging. 
menancap lekat geram ke sungging. 
meruap harap tekad julang reranting. 
menancap rasa takdir ke singsing. 

akulah budak sagu, bersampan 
mengikuti alir muara, berlabuh 
ke pelan riuh mendera. mengungkap 
hidup dari alam resam. berpantun 
riang di aroma malam. bersirih 
merah di mulut, cecap asin, pahit, 
manis, dan pedas ke hulu pikir: 
puah! 

tubuhku tubuh sagu, hatiku 
naluri sagu. mencari ’ku selalu 
genggam di tangan yang hilang 
di tanah penuh marwah. 
menggali diam yang terkunci 
di ruang tanah. mencuri harap 
yang terhimpit dari hal tak 
tercurah. 

akulah budak sagu. mengamati 
tiap waktu di rumpun bakau. 
gelak dan serak adalah 
hidup. golek dan gulung adalah 
tindakan. ucap demi laku 
adalah ikatan. 

mengalirlah sari sagu di tiap 
 helaan nafas. memasaknya 
dengan bumbu marwah di hati 
yang paling curam. 

2017

Lepaskan

pandang mataku, tuan. 
cermati dirimu dalam mataku. 
lepaskan kata, lepaskan tali pengikat 
yang tersangkut di muaranya. 

kaku begitu batu, ragu begitu gagu. 
murung dalam diam, sengat iris lekat kuat. 

pandang tanganku, tuan. 
lekatkan matamu di genggamku. 
bukankah peganganku adalah jenawi 
yang masih tersarung diam, menunggu 
gapai waktu ke waktu. 

sampai adalah ucap, langkah adalah cecap. 
ucap berkiblat tindak, tindak berujung hendak. 

pandang kakiku, tuan. 
geraknya mulai ada, rentan dan hela. 
geraknya mulai irama, santun dan beruntun. 
siang menyiang geram tersangkut di malam. 
malam menggulai pagi berujung sisa mimpi. 
pagi menanak ungkap, bingkas menyisa marwah. 

lepaskan sampai tiba matamu menuju 
 lepaskan sampai sauh tanganmu singgah 
lepaskan sampai jangkar kakimu berlabuh. 

2017

Telukbelitung, Memoriam

aku meletakkan mimpi di dermaga
sedang kau menyimpannya dalam laci
mengunci dengan sandi puisi yang masih

kugumam sampai kini
sampan-sampan nelayan masih
membuka layar, matahari setengah panas

dan angin meriakkan laut, telukbelitung
menjadi puisi ketika mungkin kau lupa
bahwa kita pernah di sana

telukbelitung menyimpan langkah kakiku
meski hujan menderas, jejaknya amembekas
ke urat-urat bakau, ke liuk teluk, dan ke tarian

sungai, dan terlentang di muara. ke hulu
sengat gerak hidup primitif dan berhaluan
hangat ke surau-surau jauh pandangan mata.

2017




Riki Utomi lahir di Pekanbaru, 19 Mei 1984, dan kini tinggal di Selatpanjang, Riau. Ia telah menerbitkan buku fiksi "Mata Empat" (2013) dan "Sebuah Wajah di Roti Panggang" (2015)



Rujukan:
[1] Disalin dari karya Riki Utomi
[2] Pernah tersiar di surat kabar "Kompas" edisi 10 Juni 2017
 
 

0 Response to "Lepaskan - Fatamorgana Sagu, 1 - Telukbelitung, Memoriam"