Kehidupan - Pencarian 1 - Pencarian 2 - Cerita dari Rumahmu - Kita dan Sebuah Cerita - Sajakmu - Fragmen Mbak Rita - Segelas Kopi Pagi | Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara: Puisi, Cerber, Cerpen Koran Minggu
Kehidupan - Pencarian 1 - Pencarian 2 - Cerita dari Rumahmu - Kita dan Sebuah Cerita - Sajakmu - Fragmen Mbak Rita - Segelas Kopi Pagi Reviewed by Kliping Sastra Nusantara on 02:00 Rating: 4,5

Kehidupan - Pencarian 1 - Pencarian 2 - Cerita dari Rumahmu - Kita dan Sebuah Cerita - Sajakmu - Fragmen Mbak Rita - Segelas Kopi Pagi

Kehidupan

Aku berpuisi
kepada sepi
kepada karang-karang penuh mimpi
kata-kataku berselimut ilusi
takdirku seperti terbui
suaraku penuh keluh
menembus malam menjemput lenguh
derita tak terbatas
segala hasrat tersimpan kandas
jiwaku bimbang terhempas lepas

Padang, 2017

Pencarian 1

untuk afrisanti
Di percakapan malam
aku di ikat bisu
di mana kutemukan hembusan angin
berikutnya?
sebab di sini pengap mengendap
di tujuh pulau aku terperangkap rindu
tunjukanlah, af
di mana tirai kabut itu jatuh
heningku mencengkram syahdu
kekosongan menari di cabang perak
dari pohon dunia lain
aku bawa sepinya pagi
untuk sebuah perjalanan
di mana akan kutemukan jejakmu
jika dunia ini tak lagi mampu membawa
kebahagiaan
biarkan aku terus bermimpi
di pohon-pohon sajak
cinta telah berlari ke utara
dan rindu diendapkan sunyi

Padang, 22 mei 2017

Pencarian 2

untuk afrisanti
Sebuah pegunungan kabut
menambatkan mataku
seperti selimut memeluk tubuhku
dinginnya membuatku silu
apa mimpi itu berani menghilang
alam masih menyimpan rahasianya
biarkan angin membawa kita
jauh dari tempat ini
lihatlah, af
ketika mentari menarik kerudungnya
maka kita akan kembali terjaga
dan tertahan oleh sunyi yang tak pernah pergi

Padang, 22 mei 2017

Cerita dari Rumahmu

Jalan kecil dalam pekarangan
hidupkan kembali impian
adakah kenangan itu kembali
kisah kuletupkan
lihatlah bunga-bunga ilalang
yang mekar dengan kelopak awannya
atau bunga-bunga dandelion yang mulai
meruntuh
dan menari bersama hembusan angin
keinginan mengikatku
dari sejarah perjalanan hidup ini
kau ingat, mur
malam itu aku pernah bertamu
bercengkrama lewati ladang-ladang mungil
rumahmu
kekagumanku tak melupakanmu
meski keriput merimbas wajahmu
aku tetap mengenalmu, mur

sukadamai, 1990-1998

Kita dan Sebuah Cerita

Kita masih bersama
lewati luka-luka, meski tanpa jeda
pernah sesekali kita tertawa mengharap
bahagia
meski itu penuh dusta
kita masih bersama
lewati malam, meski itu dengan kesedihan
menatap bintang-bintang, meski di tengah
kesunyian
sesekali kita juga pernah nikmati lembutnya
cahaya purnama
meski itu tinggal cerita

Padang, 2017

Sajakmu

Aku terdampar
dalam gelombang sajakmu
yang hingar penuh kelukaan
yang samar akan kebahagiaan
aku terperangkap
di aksara sajakmu
yang hening akan rindu
yang keras menghujam air mata
yang ganas menyayat kisah
dan aku tak mampu
tuntaskan sajakmu
yang penuh dengan kata sendu

roemah bamboe, 2016


Fragmen Mbak Rita

Perempuan kecil itu
tak lagi bermain lempung
ataupun menjaga hujan di serambi rumahnya
usia telah membawa dewasa
mengenal kecantikan lewat bedak dan lipstik
di setiap senja ia duduk bersama aroma bungbunga
sambil menunggu jejaka datang untuk
melamarnya

Lampung Utara, 2017


Segelas Kopi Pagi

aku di beranda
mengajak embun dan pagi bercerita
tak ada kicau kenari
sebab mendung datang menari
segelas kopi mengisi sepi
kuteguk dan kuresapi
manis dan pahitnya
seperti cerita dalam kehidupan

Lampung Utara, 2017

Iwan Setiawan, kelahiran Kotabumi, Lampung Utara 23 Agustus1980, kini berdomisili di kota Lubuk Begalung, Padang Sumatra Barat. Pernah tergabung dalam Antologi 55 Penyair Coretan Dinding Kita, 30 Penyair Sastra Roemah Bamboe, 3 Penyair Ilalang Muda, dan Seutas Tali & Segelas Anggur (2017) dan masuk sebagai kategori Puisi Terpuji Anugrah Sastra Litera.

Rujukan:
[1] Disalin dari karya Iwan Setiawan
[2] Pernah tersiar di surat kabar "Media Indonesia" Minggu 16 Juli 2017

0 Response to "Kehidupan - Pencarian 1 - Pencarian 2 - Cerita dari Rumahmu - Kita dan Sebuah Cerita - Sajakmu - Fragmen Mbak Rita - Segelas Kopi Pagi"