Kupat Peangi | Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara: Puisi, Cerber, Cerpen Koran Minggu
Kupat Peangi Reviewed by Kliping Sastra Nusantara on 03:34 Rating: 4,5

Kupat Peangi


dua kepala beda netra
berlain warna,
melihat bulan yang sama
kali ini

cekcok mulut yang biasa
berganti senyum simpul
bersalaman
dan bersujud berjamaah

qul huwallahu ahad

bersama menyicip kolak
senantiasa mengingat khaliq

saling menawari apem
menyalamkan afwan

duduk mengaji dan mengkaji
dalam selembar lailatul qadar

jadi kita ketupat
lebur segala lepat
rajut bentang kerenggangan

mari makan bersama
mengiris aku
ke dalam piring berkuah santun

kita melabur
melebarkan persaudaraan.


Ahmad Ginanjar, lahir di Cianjur, 24 Januari 1993. Penulis merupakan guru bahasa Indonesia SMA Al-Ittihad dan SMK Dzamiyyun Cianjur. Buku kumpulan puisi pertamanya berjudul "Lantai Dansa."


Rujukan:
[1] Disalin dari karya Ahmad Ginanjar
[2] Pernah tersiar di surat kabar "Pikiran Rakyat" Minggu 2 Juli 2017

0 Response to "Kupat Peangi"