Setiap Idul Fitri Tiba - Mengenang Masa Kecil Pulang ke Dada Ibu - Mudik ke Dada Ibu - Kesaksian Berbuka Anak Yatim | Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara: Puisi, Cerber, Cerpen Koran Minggu
Setiap Idul Fitri Tiba - Mengenang Masa Kecil Pulang ke Dada Ibu - Mudik ke Dada Ibu - Kesaksian Berbuka Anak Yatim Reviewed by Kliping Sastra Nusantara on 03:30 Rating: 4,5

Setiap Idul Fitri Tiba - Mengenang Masa Kecil Pulang ke Dada Ibu - Mudik ke Dada Ibu - Kesaksian Berbuka Anak Yatim

Setiap Idul Fitri Tiba 

Bersujud di rumah ibadah masjidmu
Aku seperti menemukan keranda
Yang menidurkan jasat
Kematian diriku sendiri

Setiap ramadhan datang
Aku seperti memandikan tubuhku sendiri.
Dengan doa dan ayat ayatnya
Aku seperti mengeramasi hatiku sendiri

Tiba tiba perahu Nuh melintas
Para jemaah bergelayutan
Aku pun bangkit dari kematianku
Berdekap diantara nakhoda dan kelasi

Setiap idhul fitri tiba, ingin kubangkitkan kematianku dari
kuburku sendiri.
Dari cela kebusukan dunia yang nista
Untuk temukan jalan pelangi yang bertahta aroma surga.

Pituruh, 16 Juni 2017.

Mengenang Masa Kecil Pulang ke Dada Ibu 

Ibu, Kata kata yang kau tanam
Kini tersusun di tubuhku
Sudah kutempatkan berjajar rapi
Di kepalaku, menjelma jadi klausa bahkan jadi tubuh puisi romantik

Ia begitu genit kadang nakal
Dalam irama gaya rima romantiknya
Serta daya kritik akal sehat jiwanya

Ia berpesan padaku
Engkau jangan merasa terganggu.
Aku ingin membasuh keadaan yang terluka.
Serta memberikan rima semangat cinta

ibu, disenja gerimis
Aku menyelinap didadamu
Hangat bersembunyi di kedalaman hatinuranimu
Ketika kilat petir, mengoyak
Kau peluk aku dalam dekapan

Lalu engkau tembangkan lagu
Tentang kejayaan.hingga aku ketiduran.
Diantara irama megatruh yang kau
alunkan.

Pituruh, Purworejo, 19 Feb 2016

Mudik ke Dada Ibu 

Dalam senja dini hari yang dingin
Ibumu sering berkata diangannya

Dada ini telah jadi rumah
Tempat berpulangnya
Rindu dan kangenmu

Tapi juga tempat
Menyimpan dukalara, harapan
Serta beban romantika

Setiap ramadhan tiba
Pintunya slalu terbuka
Biliknya slalu bertanya

Kapan kau tiba (?)

Pituruh, Purworejo, 16 Mei 2017

Kesaksian Berbuka Anak Yatim 

Dalam buka bersama dengan tuan hakim, jaksa , politisi, dan
konglomerat ternama

Barangkali kau tak percaya (?)

Dalam kilau gerlap cahaya dunia
Ia melihat monster monster begitu bengisnya

Tak bisa dibeda mana kawan dan lawan

Disetiap alunan doanya, wajah sang tuan
Terurai jadi ceceran darah, sepihan daging
Dan pecahan tulang belulang

Ia terus berzikir dan berdoa
Sang tuan bergelimpangan dalam ronta

Anak anak yatim tiba tiba berubah
Jadi malaikat bersayap, memapah
Mensucikan mereka.
Mengajak jadi jemaatnya.

Pituruh, Purworejo 18 Juni 2016.

*) Sumanang Tirtasujana, penyair dan Esais. Salah satu Pendiri Cagar Seni Menoreh dan Kelompok Sastra Pendapa (KSP) Yogya. Menulis sejumlah antologi puisi tunggal dan bersama. Membacakan karya-karyanya di berbagai Forum Sastra. Tinggal di Selatan Pasar Pituruh 6 Pituruh ,Purworejo. Jateng 54263

Rujukan:
[1] Disalin dari karya Sumanang Tirtasujana
[2]Pernah tersiar di surat kabar "Kedaulatan Rakyat" Minggu 2 Juli 2017

0 Response to "Setiap Idul Fitri Tiba - Mengenang Masa Kecil Pulang ke Dada Ibu - Mudik ke Dada Ibu - Kesaksian Berbuka Anak Yatim"