Tugu - Cinta Pertama Rahwana | Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara: Puisi, Cerber, Cerpen Koran Minggu
Tugu - Cinta Pertama Rahwana Reviewed by Kliping Sastra Nusantara on 02:07 Rating: 4,5

Tugu - Cinta Pertama Rahwana

Tugu

mencium bau pemberontakan
merasai panas tungku pembakaran
aku bagai tugu
diam menunggu
hingga reda dan redam semua dendam
hingga perbatasan sunyimu
pernah kujumpai senyum bumi
putih wangi seperti sekuntum melati
jika memang terlahir
karena ingin menjadi badai
akan kuturut hingga nanti menuai
jika terlahir sebagai yang terjanji
akan kutunggu hingga perbatasan sunyi
mencium bau pemberontakan
merasai panas tungku pembakaran
aku bagai tugu
menunggu dan menanti
kau kembali seperti sedia kalamu
sebagai bulan bundar
bulan yang berpijar
sejuk dan cemerlang.

18/8/16


Cinta Pertama Rahwana

Widawati, matahari belum lagi tinggi
Arga Dumilah belum sempurna tersiram cahaya
dan ibundamu mestinya rindu memeluk bahagia
mengapa Nimas tega lakukan ini?
membakar diri dalam lautan api
tanpa sudi untuk sebentar saja nyawang hati
kucium wangimu sejak kutinggalkan Alengka
seperti hangat kasih Bunda Sukesi
terngiang saat aku remaja di Girijembangan
saat terlunta dan jauh dari pelukan Bapa
dan wajahmu meluruhkan dendam
sepasang mripatmu menyejukkan
amarah pada Danaraja, sementara kupendam
Widawati, mengapa kau pergi tanpa jejak
dalam jilatan lidahlidah api yang menggelegak
kau meninggalkan rasa cinta tanpa belas kasih
kau menampik semua rencana baik
mengapa si buruk rupa selalu harus menghiba
mengapa tak kau dengar sebentar saja,
ada yang luput kau cerna atas apa yang teraba
Nimas, hanya dengan kata bisa kuubah semua
tetapi kata indah yang terbata untukmu terlunta jadi sampah
hanya dengan tatapan mata aku bisa leburratakan Lokapala
tetapi di hadapanmu mataku pejam tak mampu bercahaya
Nimas, mengapa aku menjadi salah
ketiku aku memperjuangkan cintaku sendiri?

Kudus, 29 Nov 2016

*) Asa Jatmiko, dilahirkan di Purbalingga, 7 Januari 1976. Buku puisinya berjudul Pertarungan Hidup Mati (2000) dan Tak Retak (2016). Mengelola dan menyutradarai Njawa Teater dan Teater Djarum. Tinggal di Jalan Kelapa Sawit V/6, Megawon Indah, Jati, Kudus.

Rujukan:
[1] Disalin dari karya Asa Jatmiko
[2]Pernah tersiar di surat kabar "Kedaulatan Rakyat" Minggu 30 Juli 2017

0 Response to "Tugu - Cinta Pertama Rahwana"